ArenaLTE.com – Meski aura BlackBerry sebagai vendor smartphone terasa redup, tapi bukan berarti divisi riset dan pengembangganya jadi ‘mati angin.’ Merespon tren seputar Intenet of Things (IoT), vendor asal Kanada ini juga berusaha mendapatkan ceruk pasar. Ini dibuktikan dengan peluncuran tahap pertama dari strategi besar internet of things versi BlackBerry untuk bersaing di industri yang masih belia ini.

BlackBerry dalam sebuah pernyataan yang dilansir PCworld.com, menjelaskan bahwa produk yang terhubung dengan internet sangat menarik dan merupakan teknologi yang menantang. John Chen sang CEO BlackBerry pun mengatakan bahwa Internet of Things, yang mengacu pada penyebaran elektronik sehari-hari dan web-terhubung, akan menjadi sumber utama pertumbuhan teknologi di masa depan. Platform internet of things versi BlackBerry ini akan menggabungkan teknologi dari sistem software QNX yang menyediakan perangkat lunak untuk sistem kendaraan mobil, industri aplikasi, dan peralatan medis.

QNX-blackberry-banner-CES-2015BACA: Perusahaan Indonesia Investasi di BlackBerry Messenger

Chen mengatakan bahwa nanti pihaknya akan menggunakan platform internet of things versi BlackBerry yang bisa melacak kendaraan untuk menjalankan perangkat lunak BlackBerry. Teknologi ini bisa mengukur seberapa besar pengemudi menggunakan AC, konten media dan bahkan posisi duduk yang nyaman dan posisi badan ke setir. Sistem ini juga dapat digunakan untuk melacak pengiriman kontainer tertentu atau palet yang dilengkapi dengan perangkat transmisi untuk membantu mengatur rantai pasokan barang, dimana hal ini akan sangat berguna untuk perusahaan kargo/pengiriman barang.

Sebagai vendor yang dikenal mengedepankan sisi keamanan, BlackBerry tahun lalu juga telah meluncurkan ayanan baru dengan membawa tingkat keamanan yang ditawarkan pada smartphone ke perangkat pintar. Layanan baru tersebut diharapkan dapat mengamankan perangkat pintar dan menjadi bagian dari berkembangnya era Internet of Things.

Certicom, anak perusahaan BlackBerry yang menawarkan layanan tersebut mengatakan telah mendapatkan wewenang untuk mengeluarkan sertifikat layanan kemanan itu di Inggris. Certicom juga mengklaim telah mengelurakan 104 juta sertifikat keamanan untuk perangkat pintar rumah tangga. Menurut Certicom, layanan tersebut akan memudahkan perusahaan untuk meluncurkan sebuah perangkat dalam segi keamanan.