ArenaLTE.com – Perkembangan dunia IT semakin maju dan trennya pun akan selalu berubah bergantung kepada kemajuan IT tersebut. Dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini, maka perusahaan pun juga turut menyesuaikan diri dengan turut berkembang. Terutama infrastruktur IT perusahaan yang harus mengedepankan inovasi dan kecepatan untuk dapat bersaing di pasar kompetitif. Mengikuti pekembangan teknologi dunia IT yang semakin dibutuhkan oleh beragam perusahaan, NetApp Indonesia sebagai salah satu vendor penyedia layanan solusi IT terus berusaha memenuhi kebutuhan pasar IT di Indonesia.

Hari ini NetApp Indonesia berbagi informasi terkait prediksi tren teknologi data storage yang sedang mengalami proses transformasi luar biasa akibat kemunculan flash dan cloud pada tahun 2016 ini. NetApp Indonesia juga memprediksi, tahun ini akan banyak bermunculan produk dan solusi yang diciptakan untuk merespon permintaan pasar akan kesederhanaan, pengelolaan yang lebih mudah, pengembalian ekonomi yang lebih baik, dan kebutuhan untuk mengintegrasikan pengelolaan data di seluruh platform hybrid cloud.

Lee Caswell, VP Product, Solutions & Service Marketing NetApp memaparkan beberapa tren apa yang akan berkembang di tahun 2016, mulai dari DevOps ke flash hingga administrator storage.

Converged infrastructure akan banyak digunakan untuk data center
Converged infrastructure akan meminimalisir proses panjang dari integrasi hardware dan memungkinkan pelanggan untuk bereksperimen dengan inovasi software. Converged infrastructure ini dirancang untuk menaikkan tingkat respons TI terhadap kebutuhan bisnis dan mampu menekan biaya. Ini berarti converged infrastructure akan menjadi populer di tahun 2016.

DevOps akan mendorong pertumbuhan converged infrastructure
Selain kemudahan dan kecepatan, konvergensi merupakan salah satu segmen yang sedang berkembang dalam bidang infrastruktur untuk enterprise karena dapat memecahkan berbagai kendala di perusahaan. Pada tahun 2016, perusahaan akan meningkatkan investasi dalam hal converged infrastructure dengan DevOps sebagai kunci pendorong pertumbuhan ini.

Data Center All-Flash bisa diwujudkan
Penerapan Adopsi flash pada awalnya masih minim karena membutuhkan biaya yang tinggi. Namun beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan minat pada penggunaan flash. Menurut IDC, pasar flash array di dunia meningkat menjadi $11,3 miliar di tahun 2014. Sementara itu, IDC melaporkan bahwa flash tumbuh 101% pada kuartal kedua tahun 2015 di wilayah Eropa dan Timur Tengah, berbanding terbalik dengan pasar storage global yang cenderung menurun. Pada tahun 2016, kapasitas flash akan melebihi kapasitas disk drive dengan harga yang lebih rendah, sehingga membuat flash bisa digunakan pada aplikasi-aplikasi yang mainstream.

NetApp Indonesia
Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia dan Anthonius Hutabarat, GTM and Channel Lead NetApp Indonesia

Penerapan Flash akan diperluas di luar kinerja aplikasi
Sebagai hasil penerapan flash, industri akan terus melakukan revolusi flash karena terbukti lebih hemat biaya. Penjualan flash diperkirakan meningkat dua kali lipat karena adanya pemangkasan harga yang agresif seiring dengan produsen storage saling bersaing untuk memperebutkan pasar yang potensial. Dengan penurunan harga ini, para produsen flash akan mencari kemungkinan penggunaan baru untuk flash, sehingga dapat mendorong bisnis mereka.

Pengelolaan data akan banyak menggunakan hybrid cloud
Tidak mengherankan jika hybrid cloud kini banyak digunakan karena lebih fleksibel, dan responsif. Dengan hybrid cloud, pengelolaan data yang mulus di seluruh cloud sangatlah penting agar perusahaan TI bisa melengkapi private cloud dengan public cloud  yang tidak memiliki risiko baru, kebijakan yang rumit, ataupun menyebabkan hilangnya informasi bisnis yang penting.

Admin storage akan berubah menjadi data manager
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke cloud untuk menekan biaya dan meningkatkan fleksibilitas, di tahun 2016, administrator storage akan beralih mejadi data manager hybrid cloud dan duduk di jajaran eksekutif atau hanya berkutat dengan detil produk storage, sehingga posisinya menjadi kurang relevan.

Inovasi data manajemen akan mengatasi masalah keamanan dari cloud
Kebutuhan akan sebuah solusi perlindungan data yang terpercaya dan mudah terus tumbuh siring dengan meningkatnya fleksibilitas yang didapat dari penggabungan private dan public cloud. Dengan kemampuan untuk mengganti penyedia cloud dengan aman dan cepat tanpa migrasi data, enterprise akan diuntungkan dengan berkurangnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan TI, sehingga mempunyai waktu lebih banyak untuk mengembangkan inovasi tanpa mengorbankan keamanan dan kontrol.