ArenaLTE.com – Di ajang Indonesia ICT Carnival yang ke-3, PT Huawei Tech Investment hari ini memperkenalkan solusi video streaming 4K Ultra HD secara end-to-end yang mereka namai Big Video. Hal ini dilakukan setelah perusahaan asal Negeri Tiongkok tersebut bersama Telkom Indonesia berhasil melakukan uji coba untuk teknologi 4K pada pertengahan Maret yang lalu.

Solusi video streaming 4K Ultra HD yang dihadirkan Huawei merupakan kombinasi dari serat optik pita lebar (broadband) dan layanan video 4K Ultra HD yang diklaim akan memberikan dampak luar biasa bagi pengembangan layanan pita lebar dan akan menjadi terobosan baru bagi provider dalam bidang pengembangan video.

Huawei-Video

Baca juga: LTE Railway, Cara Huawei Gelar Akses Internet Super Cepat di Jalur Kereta

“Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta permintaan konsumen akan layanan video yang dapat diandalkan, operator kini mulai memperhatikan pengembangan video streaming di pusat transformasi digital untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis pita lebar. Oleh karena itu, kami mengadakan Big Video Summit untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Lim Chee Sion, CMO of Huawei South Pacific, di ajang Indonesia ICT Carnival yang digelar di Ballroom Hotel Raffles, Jakarta (7/4/2016).

Menurutnya, dengan telah tersebarnya infrastruktur jaringan fiber optik di kota-kota besar, Indonesia pada dasarnya sudah siap untuk menerima layanan video streaming dalam resolusi 4K yang menawarkan gambar berkualitas tinggi. Dengan solusi video streaming 4K UHD, vendor ini mulai menjalin kerjasama dengan beberapa operator atau provider. Huawei ingin menawarkan pengalaman menonton video (mencakup peningkatan kualitas jaringan standar dan dasar), pengoperasian dan pemeliharaan layanan video (analitik video big data, asisten operasi, konsultasi operasional), kerja sama ekosistem, dan kemitraan yang erat untuk mengembangkan dan mengeksplorasi layanan video 4K Ultra HD.

Sementara itu Mohamad Rosyidi, Deputy Director Solution Consulting Mobile Broadband Huawei Tech Investment Indonesia, mengatakan saat ini video tidak hanya telah menjadi sumber utama bagi masyarakat untuk memperoleh maupun berbagi informasi, tetapi juga memperluas kesempatan bisnis. Menurut prediksi pada tahun 2020, 85% dari lalu lintas data di internet akan digunakan untuk menonton video. “Untuk meningkatkan kemampuan platform dan teknologi, pelanggan akan sedikit demi sedikit beralih menuju video berkualitas tinggi (high definition). Melihat tren ini, maka lambat laun teknologi 4K untuk TV dan video 2K untuk ponsel akan segera terealisasi,” ujarnya.

Dalam area solusi teknis video, Huawei menyediakan solusi end-to-end di mana perusahaan berkontribusi dalam pengembangan video CODEC ITU-T H.265, dan memanfaatkan algoritma canggih untuk mengoptimalkan video streaming, serta menyandi kualitas latency. Platform IPTV dan CDN milik Huawei juga akan menyediakan perbaikan besar-besaran untuk mempercepat distribusi yang pintar dan proses penjadwalan yang mutakhir untuk memastikan agar layanan 4K Ultra HD dapat diterima dengan baik oleh pelanggan. Dari aspek terminal, perusahaan akan menjadi penyedia pertama yang bekerja sama dengan operator mengembangkan 4K Smart Set Top Box untuk mendukung layanan video 4K Ultra HD.