ArenaLTE.com – Untuk memuluskan produksi yang dipasarkan di Indonesia, Huawei Device menggandeng PT Panggung Electric Corporation dalam proses manufacturing produk di Tanah Air. Hal tersebut juga dinyatakan perusahaan sebagai bentuk kepatuhan perusahaan untuk memenuhi regulasi yang diminta Pemerintah, terkait nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan pada smartphone LTE.

Huawei juga mengungkapkan, melalui kerjasama dengan pabrikan lokal yang berlokasi di Surabaya tersebut, hingga 2016 tercatat sebanyak 1 juta unit smartphone LTE telah berhasil diproduksi.

pabrik-smartphone“Tahun ini, Huawi akan fokus dalam meraih peluang strategis untuk meningkatkan bisnis konsumen secara global dengan cara memperkuat komitmen serta investasi bisnis di pasar-pasar penting, seperti Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menjalin kerjasama dengan mitra-mitra terbaik untuk menghasilkan produk terbaik bagi konsumen,” jelas Peter Tong, President of Huawei Consumer BG South Pacific Region.

Dalam keterangannya di sela kunjungan pabrik Huawei yang ada di Surabaya, Peter juga mengungkapkan bahwa akan meningkatkan hasil produksi smartphone LTE ini di Tanah Air. “Produksi akan kita tingkatkan menjadi 2,8 juta per tahunnya, mengingat kebutuhan pasar 4G LTE saat ini kian meningkat,” jelasnya.

Pun demikian, meski belum memenuhi target yang telah ditentukan perusahaan namun berkat kerjasama PT Panggung Electric Corporation, perusahaan hingga kini sudah mampu memproduksi secara masal hingga 1 juta unit smartphone LTE.

Kapasitas produksi

Pabrik-Huawei-1-juta
Kendati perusahaan yang tidak mengungkapkan tentang besar nilai investasi, serta luas bangunan pabrik yang berada di wilayah Surabaya tersebut. Namun, Huawei menyatakan bahwa dengan banyak line produksi yang ada di areanya, akan mampu mencapai target produksi untuk memenuhi pasar ponsel 4G Tanah Air.

Eddy Trisnowidjojo, General Manager SBU 2 & HRD Division Huawei, dalam acara kunjungan pabrik perakitan di Surabaya, menyatakan bahwa saat ini ada enam line produksi yang dimiliki dalam pabrik dengan jumlah pekerja sebanyak 400 orang.

“Saat ini sudah ada enam line produksi dalam pabrik, dimana satu line tersebut mampu merakit sebanyak 1.500 unit per harinya,” jelas Eddy Trisnowidjojo. Namun demikian, perusahaan mengungkapkan bahwa hasil tersebut berbeda jumlah pada setiap serinya, karena seri premium diungkapkanya hanya mampu dihasilkan sebanyak 1.000 unit saja.