ArenaLTE.com – 2015 bukanlah tahun yang indah bagi HTC. Produsen smartphone asal Taiwan itu mengatakan akan melakukan PHK besar-besaran, mengurangi pengeluaran perusahaan dan HTC kurangi jumlah produksi smartphone. Mereka melakukan langkah tersebut akibat lemahnya penjualan di kuartal kedua 2015 dan mereka memproyeksikan di kuartal ketiga hasilnya akan semakin melemah.

HTC membukukan kerugian kuartal kedua sebesar $ 252 juta atau sekitar Rp 341 triliun. CFO dan presiden penjualan global, Chialin Chang, mengakui tim analis mereka menyimpulkan bahwa konsumen sekarang sedang mencari handset lebih modis daripada yang dipasarkan saat ini. Alhasil kini HTC kurangi jumlah produksi smartphone, dengan memfokuskan diri pada segmen smartphone premium

Meskipun melakukan pemotongan pengeluaran dan HTC kurangi jumlah produksi ponsel mereka, para analis pasar kurang optimis ketika melihat pada kinerja perusahaan di masa depan. “Kami percaya HTC akan terus kehilangan pangsa di pasar smartphone dan akan terus kehilangan uang,” jelas Calvin Huang, analis Taiwan SinoPac Securities.

Angka analis lainnya, bahkan mengatakan posisi perusahaan ini cukup gawat. Sebelum HTC kurangi jumlah produksi ponsel dan PHK pegawai, mereka mematok pangsa pasar smartphone HTC di seluruh dunia akan mengalami kelesuan sebesar 2% atau turun lebih dari dua-pertiga dari puncaknya pada 2011.

Model smartphone andalan HTC One M9 telah mendapatkan review yang baik dan set fitur kompetitif termasuk desain unibody full metal dan prosesor Qualcomm Snapdragon 810 octa-core, tapi gagal merebut hati konsumen. Walau HTC kurangi jumlah produksi ponsel, mereka akan terus berinvestasi di bidang produk baru seperti virtual reality. Bekerjasama dengan pengembang pada pembuatan konten virtual reality untuk berbagai pengaplikasian seperti game, hiburan, dan pendidikan.

HTC tidak sendirian dalam perjuangan untuk mempertahankan perhatian di pasar smartphone yang kompetitif. Analis pasar ponsel, Gartner menjelaskan walau penjualan smartphone di seluruh dunia melonjak hampir 20% pada kuartal pertama tahun ini. Namun, pemain-pemain besar seperti Samsung mengalami penyusutan pangsa pasar akibat konsumen semakin banyak pilihan merk.