Home Credit Indonesia menyadari bahwa smartphone merupakan barang cepat jual yang pertumbuhannya di Indonesia sangat pesat, bahkan jauh lebih cepat dibandingkan produk lainnya. Selain menawarkan kemudahan pembelian perangkat mobile, seperti laptop, smartphone, tablet dan gadget lainnya, Home Credit Indonesia menggandeng TecProtec untuk menghadirkan asuransi perlindungan ekstra bagi perangkat mobile melalui layanan asuransi bernama “Easy Cover”.

Menurut studi dari Square Trade, 48% terjadinya kerusakan perangkat selular adalah di sekitar rumah dan 5 kerusakan yang paling umum adalah: 26% perangkat selular lepas dari tangan seseorang; 15% perangkat selular jatuh dari pangkuan saat berdiri; 14% perangkat selular terendam dalam cairan seperti di toilet, bak mandi, kolam renang; 10% terjadi karena cairan tumpah ke perangkat selular; dan 9% perangkat selular yang terlempar dari meja atau 9% jatuh dari saku.

Oleh karena itu, TecProtect perusahaan penyedia asuransi perangkat mobile yang menjadi mitra Home Credit Indonesia menyadari bahwa potensi layanan proteksi perangkat mobile  di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara lain. Selain disebabkan oleh tingginya angka adopsi perangkat mobile di Indonesia, penetrasi pengguna smartphone yang terus tumbuh juga tingginya tren perpindahan dari feature phone ke smartphone menjadi alasan utama utama tingginya potensi industri proteksi gadget.

(Baca juga: Hisense Pureshot Siap Menggebrak Pasar Smartphone Indonesia)

Julian Wong, Group Chief Financial Officer Tec Protect berharap layanan Easy Cover ini dapat meningkatkan keamanan dan poteksi perangkat selular, tablet, laptop, yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan atau terkena cairan. Selain itu kami juga ingin memastikan bahwa semuanya mudah, sederhana dengan biaya terjangkau bagi pelanggan dalam memproteksi Perangkat Selular dan Tablet milik mereka kapanpun dan dimanapun.

Layanan Easy Cover dari Home Credit Indonesia

Easy Cover merupakan program yang memberikan perlindungan bagi perangkat Selular, Tablet dan Laptop yang dibeli pelanggan Home Credit dari kerusakan yang umumnya tidak terlindungi oleh garansi resmi, misalnya karena kecelakaan atau tumpahan cairan. Pelanggan dapat mengklaim kerusakan akibat kecelakaan dan terkena air terhadap barang mereka selama jangka waktu pinjaman. Setelah klaim diterima, barang tersebut akan diambil dari tempat kerja atau alamat rumah mereka, diperbaiki atau diganti dan dikirimkan kembali kepada mereka dalam waktu 7 hari. Program ini juga memberikan garansi pasca perbaikan selama 3 bulan.

Home Credit Indonesia dan TecProtec juga mengcover kerusakan perangkat ketika sedang perjalanan ke luar negeri. Untuk memperolehnya, pengguna dapat mengajukan klaim perbaikan dalam rentang waktu hingga 60 hari setelah kerusakan terjadi, saat pengguna telah kembali ke Indonesia. Perangkat yang tidak dapat diperbaiki akan diganti dengan perangkat baru yang sama dengan model yang sama, namun memberikan penggantian dengan tidak melebihi harga pembelian awal perangkat tersebut.

Home Credit Indonesia sendiri sebenarnya bukan perusahaan pembiayaan baru di Indonesia, perusahaan ini sudah ada di Indonesia sejak 2013 lalu dan saat ini telah melayani lebih dari 78.000 pelanggan, 981 titik penjualan, dengan jumlah karyawan sebanyak 1600 orang. Beberapa jenis produk yang bisa dibeli menggunakan pembiayaan Home Credit utamanya adalah ponsel, tablet, komputer, laptop, peralatan elektronik, hingga furniture. Jaroslav mengungkap, mitranya saat ini di antaranya adalah Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Electronic Solution, Pazia, dan lain-lain. Layanan proteksi ini akan tersedia untuk seluruh pelanggan yang membeli Perangkat Selular, Tablet ataupun Laptop melalui 1.000 mitra Home Credit dan pelanggan akan dikenakan biaya tambahan dengan premi kecil diatas cicilan bulanan pembiayaan mereka.

Jaroslav Gaisler, Direktur Home Credit Indonesia mengatakan bahwa program khusus ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan proteksi Perangkat Selular, Tablet dan Laptop semua orang. Program Easy Cover memberi kesempatan kepada kami untuk memperkuat kemitraan dengan pelanggan, dengan memberikan pilihan untuk membeli produk ADLD (Accidental dan Liquid Damage). Pelanggan dapat memilih untuk membeli produk ini dengan biaya yang sudah terbagi melalui layanan pembiayaan yang kami berikan di lokasi penjualan mitra kami.

Jaroslav juga menambahkan bahwa selama dua tahun berbisnis di Indonesia, nilai pembiayaan Home Credit Indonesia per bulan telah mencapai Rp 40-45 Miliar dimana pembiayaan smartphone masih mendominasi hingga 80%, sedangkan 20% sisanya merupakan pembiayaan furniture dan lain-lain. Sampai akhir tahun, dia menargetkan dapat bertambah hingga Rp60 miliar per bulan dengan total pembiayaan bisa mencapai total Rp 500-600 Miliar.