ArenaLTE.com – Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh GSMA, jumlah koneksi 4G LTE dunia berhasil menyentuh angka 1 miliar. Beberapa point penting juga mengacu pada terjadinya akselerasi pergeseran penggunaan teknologi di jaringan 3G dan 4G LTE baik di pasar negara maju maupun negara berkembang. Hal ini juga didorong oleh tumbuhnya inovasi digital, adopsi smartphone dan pertumbuhan konsumsi data mobile.

Penelitian GSMA juga menghitung setidaknya industri mibile ini memberikan kontribusi sekutar USD3,1 triliun untuk keseluruhan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2015 lalu yang setara dengan 4,2 persen GDP global. Mats Granryd, Director General GSMA dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa layanan mobile broadband 4G LTE merupakan fenomena dunia yang menawarkan layanan koneksi internet cepat untuk semua orang di seluruh dunia.

Pertumbuhan belum pernah terjadi sebelumnya di layanan mobile broadband tahun lalu merupakan hasil dari investasi miliaran dolar yang dilakukan oleh operator untuk jaringan generasi terbaru, layanan dan spektrum dalam beberapa tahun terakhir. “Layanan mobile sekarang menjadi platform yang paling banyak digunakan orang dan pebisnis untuk selalu terkoneksi dan berinovasi dalam ekonomi digital saat ini, ” ujarnya.
Baca juga: Kenapa Sih Kita Harus Beralih ke Smartphone 4G LTE?

jaringan nokia networks di indosat ooredooKoneksi 4G LTE dunia ini berhasil menyumbang satu miliar dari keseluruhan 7,3 miliar koneksi mobile dunia pada akhir 2015. Jumlah koneksi 4G LTE dunia ini meningkat dua kali lipat pada tahun 2015, yang sebagian besar sebagai hasil dari peningkatan penyebaran jaringan 4G LTE di negara berkembang. Laporan GSMA juga mencatat hingga akhir tahun 2015 ada 451 jaringan koneksi 4G LTE yang tersebar di 151 negara di dunia dimana setengahnya merupakan negara berkembang.

Koneksi 4G LTE dunia ini diperkirakan mencapai sekitar sepertiga dari hampir sembilan miliar koneksi mobile yang diprediksi akan tercapai pada tahun 2020 nanti. Dan jaringan mobile broadband (3G dan 4G) yang menyumbang 50 persen dari koneksi pada tahun 2015 lalu, angka tersebut akan meningkat menjadi 70 persen pada tahun 2020.

Kombinasi peningkatan akses mobile broadband dan meningkatnya adopsi smartphone berkontribusi ledakan dalam penggunaan mobile data. Smartphone menyumbang 45 persen dari koneksi mobile pada tahun 2015 (naik dari hanya 8 persen pada 2010) dan 2,6 miliar koneksi smartphone akan terus berlanjut dan bertambah lima tahun ke depan.

Jumlah penggunaan kuota data mobile juga diperkirakan akan tumbuh hingga 49 persen selama lima tahun ke depan dimana terjadi peningkatan hingga lebih dari tujuh kali lipat. Jumlahnya mendekati 40 exabyte per bulan di tahun 2020, jumlah ini setara dengan rata-rata global 7 gigabyte per pelanggan per bulan.

Dari jumlah subscribers mobile di seluruh dunia mencapai 4,7 miliar pada akhir 2015, setara dengan 63 persen dari populasi dunia. Pelanggan tersebut diperkirakan akan menyentuh angka mencapai 5,6 miliar pada tahun 2020, hal ini menunjukkan bahwa ada lebih dari 70 persen dari populasi dunia berlangganan layanan mobile. Dan lebih dari 90 persen dari pertumbuhan pelanggan selama lima tahun ke depan diperkirakan berasal dari pasar negara berkembang.