ArenaLTE.com – GSA (Global mobile Suppliers Association) belum lama ini telah mengkonfirmasi bahwa jumlah operator pengguna 4G LTE (Long Term Evolution) telah mencapai lebih dari 500 perusahaan di seluruh dunia. Pencapaian tersebut dilaporkan GSA pada periode Mei 2016 lalu. Bahkan mengutip sumber dari Cellular-news.com  (15/6/2016), update terkini sudah 503 operator yang melakukan komersial di 167 negara.

GSA berpendapat bahwa ini adalah platform teknologi komunikasi mobile yang paling cepat pertumbuhannya. Melihat dari perjalanan 4G LTE, dibutuhkan 77 bulan sejak peluncuran perdana sampai kini telah digunakan oleh 500 operator. Sementara 3G/HSPA membutuhkan waktu hampir lima tahun sampai dioperasikan oleh 500 operator. Ini artinya akslerasi pertumbuhan lebih cepat enam bulan ketimbang teknologi 3G.

Dalam laporannya, GSA memprediksi hingga akhir 2016 total operator yang menggelar 4G LTE secara komersial setidaknya mencapai 550 perusahaan. Dari 550 operator, GSA memprediksi 25 persen diantaranya mengadopsi jenis 4G terbaru, yakni LTE-A (Advanced). Di Indonesia, salah satu operator yang menggelar 4G LTE-A adalah Smartfren. Alan Hadden, Vice of President of Research GSA mengatakan, “Kini beberapa operator malah telah meluncurkan teknologi 4G LTE Pro, teknologi ini oleh banyak orang sering disebut 4.5G, dan digadang sangat ideal mendukung kebutuhan industri di tahun ini.” Sebagai informasi,teknologi ini  sanggup menggelontorkan kecepatan downlink sampai 1 Gbps.

Terus bertambahnya jumlah operator pengusung teknologi ini juga berimbas pada meningkatnya populasi pelanggan. GSA pada akhir tahun lalu mencatat gabungan antara pengguna LTE dan LTE-A secara global mencapai 1,068 miliar. Sebagai perbandingan, satu dari tujuh sambungan seluler di seluruh dunia kini mengadopsi 4G LTE. 4