ArenaLTE.com – Duit Softbank seperti tak ada habisnya. Perusahaan telekomunikasi asal Jepang tersebut begitu rajin melakukan investasi di sejumlah startup potensial. Dana yang paling besar dilimpahkan ke platform transportasi online Grab.

Pada Desember 2014 yang lalu, Softbank mengguyur Grab sebesar IDR 3 triliun. Setelah itu Agustus 2016 kemarin, Softbank bersama Didi (yang membeli Uber di China) menambah investasi IDR7,8 triliun. Pekan ini, Softbank kembali mengguyur Grab dengan pendanaan sebesar USD750 juta atau sekitar IDR9,8 triliun. Angka yang sunggu fantastis. Hal ini sekaligus meningkatkan jumlah total modalnya hingga lebih dari US$1 miliar.

Dengan dibukukannya transaksi ini, Grab menjadi startup teknologi dan perusahaan mobile internet dengan pendanaan terbaik di Asia Tenggara. Softbank, mitra strategis jangka panjang Grab,memimpin putaran pendanaan yang lebih besar dan ramai peminat, dengan partisipasi baik dari investor-investor sebelumnya maupun yang baru.GrabFood

Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, mengatakan visinya adalah mendorong kemajuan industri transportasi dan mentransformasi ekosistem mobile internet di kawasan Asia Tenggara. Pendanaan terbaru ini, yang merupakan pendanaan terbesar dalam sejarah teknologi konsumen Asia Tenggara, telah memperkuat kemampuan Grab untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjang seiring dengan upaya kami untuk memimpin pasar.

“Kami melihat peluang besar dalam pertumbuhan di Indonesia, dimana peluang pasar bisa mencapai US$15 miliar pada industri pemesanan kendaraan, termasukpotensi untuk mengembangkan platform GrabPay di kawasan Asia Tenggara. Saya meyakini bahwa platform teknologi, data science danmachine learning yang kami miliki akan terus berkembang guna mendukung ambisi kami di kawasan ini,” ungkap Anthony Tan.

Grab mengoperasikan jaringan transportasi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan salah satu platform mobile yang paling sering digunakan di kawasan Asia Tenggara dengan lebih dari 1,5 juta pemesanan per harinya. Kini, pesaing Uber tersebut menyediakan layanan mobil pribadi, motor, taksi dancarpooling di enam negara dan 31 kota di Asia Tenggara, di mana 1 dari 4 penumpang menggunakan lebih dari satu layanan.

Ke depannya, mereka akan memanfaatkan modal US$1 miliar ini untuk melakukan ekspansi atas layanan transportasinya di Asia Tenggara, dimana lebih dari 620 juta orang hidup dan merupakan kawasan dengan pertumbuhan pesat kelas menengah serta penggunaan perangkat mobile, khususnya di Indonesia.

Selain itu, Grab akan melakukan investasi besar-besaran untuk membangun kapabilitas pembayaran mobile. Guna menciptakan pengalaman bertransaksi sehari-hari yang mulus di kawasan yang memiliki tingkat penetrasi perbankan dan kartu kredit yang rendah dan opsi pembayaran non-tunai yang terbatas.

Sejak periode pendanaan Seri E di bulan Agustus 2015, Grab telah tumbuh hampir empat kali lipat dalam hal jumlah keseluruhan mitra pengemudi dan pengguna aktif, termasuk jumlah volume tumpangan. Hari ini, aplikasi Grab telah diunduh pada 21 juta lebih perangkat dan memberikan pengguna akses terhadap lebih dari 400.000 mitra pengemudi untuk memenuhi kebutuhan transportasi mereka.

Area investasi Grab di Asia Tenggara

Dengan begitu besarnya peluang pasar di Asia Tenggara, Grab akan terus berinvestasi untuk:

  • Pertumbuhan Indonesia. Di Indonesia, Grab akan mengembangkan lebih jauh diversifikasi, intensitas dan efisiensi layanannya di Jakarta, kota yang padat dengan jumlah penduduk yang mencapai 30 juta jiwa. Layanan GrabCar, GrabBike, GrabTaxi dan GrabFood dianggap menjadi layanan yang relevan dan transformatif untuk Jakarta.
    Di Indonesia, layanan GrabCar dan GrabBike telah tumbuh hingga lebih dari 250 kali dalam setahun, per-akhir semester pertama tahun 2016, dan terus tumbuh secara eksponensial. Selain itu, Grab memiliki harapan besar untuk menghadirkan layanannya ke lebih banyak kota-kota besar di Indonesia.
  • Mengembangkan GrabPay. Sebagai wilayah dimana 43% dari seluruh populasi yang ada belum menggunakan layanan perbankan, Asia Tenggara merupakan perekonomian berbasis tunai dengan peluang besar untuk mengembangkan pilihan pembayaran secara mobile. Perusahaan ini mengemabngkan solusi pembayaran mobile GrabPay.
    Pada tahap awal, Grab telah bermitra dengan Bank Mandiri untuk menawarkan layanan mobile wallet.
    Selain itu, di Indonesia juga telah membentuk kemitraan jangka panjang dengan Lippo Group mengembangkan platform pembayaran e-money yang akan memungkinkan pengguna menggunakan GrabPay untuk bertransaksi di department store, hypermart, bioskop, kafe, dan platform e-commerceyang tergabung dalam jaringan Lippo Group. Belum lama ini kami juga bermitra dengan Citi untuk memungkinkan pemegang kartu kredit untuk menggunakan Citibank Point untuk membayar tumpangan. Mereka berencana untuk lebih jauh lagi memperkuat teknologi dan memperluas jangkauan solusi pembayaran lokal yang tersedia melalui GrabPay, untuk para pengguna di seluruh Asia Tenggara.
  • Mendorong efisiensi dengan teknologi, kemampuan machine learning dan data science. Grab akan terus berinvestasi pada kemampuan data science dan machine learning untuk mendukung pertumbuhan dan memungkinkan peningkatan-peningkatan seperti predictive demand and driver dan user targeting.
    Grab terus merekrut bakat-bakat terdepan dunia di pusat pengembangannya yang berlokasi di Singapura, Beijing, dan Seattle, untuk mengembangkan fitur-fitur inovatif seperti Flash yang menyatukan mobil dan taksi, meningkatkan kemampuan routing di sistem, dan membangun proprietary POI mapping database.