ArenaLTE.com –  Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta sudah sejak Juli 2016 menggelar tahapan-tahapan awal Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan sekarang sudah mulai memasuki tahap berikutnya yaitu Bootcamp. Kini Bandung bersama dua kota lainnya, yaitu Malang dan Semarang bersiap untuk memulai tahapan pertama dari gerakan ini, Ignition.

Khusus untuk Bandung, penyelenggaraan tahap awal, namun kritikal, dalam membangun pola pikir baru yang harus dihayati oleh para calon startup founder ini akan digelar di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), 5 November mendatang.

Dengan total populasi mencapai 2.575.478 jiwa saat ini, Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri kreatif di Indonesia. Saat ini Bandung dikenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia. Banyak industri kreatif yang bermunculan di ibu kota Jawa Barat ini. Oleh karena itu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjuk Bandung sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif dunia atau UNESCO Creative Cities Network.

Perkembangan industri kreatif di Bandung diimbangi dengan pertumbuhan komunitas startup yang selalu berkembang setiap tahunnya. Populasi penduduknya yang muda dan melek teknologi semakin mendukung ekosistem teknologi di kota kembang ini. Selain dukungan dari pemerintah daerah, salah satu kunci tumbuhnya ekosistem startup digital di Bandung adalah keberadaan perguruan tinggi yang memiliki jurusan IT.

Perguruan tinggi di Bandung ini berperan sebagai sumber resource dan talent bagi para pelaku startup, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom, Universitas Padjadjaran, UNIKOM dan lainnya. Akses ke talent ini pula lah yang menjadikan Bandung sebagai tempat lahirnya berbagai startup yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tapi juga menggabungkan kreativitas dan inovasi.

Gerakan nasional 1000 startup digital (1)Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR Kreasi, inisiator Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dalam keterangannya mengungkapkan bahwa Bandung merupakan barometer perkembangan startup berbasis teknologi yang berpotensi besar menjadi salah satu pusat lahirnya usaha rintisan baru di bidang digital kreatif di Indonesia.

“Banyak komunitas yang cukup aktif dan eksis di kota ini, seperti komunitas pengembang game (GamedevBDG), komunitas Forum Web Anak Bandung (FOWAB) serta beberapa yang lain yang kami harapkan mampu menjadi sumber inspirasi dan panutan bagi calon startup founder dalam berinovasi dan berkreasi untuk pengembangan bisnisnya nanti. Keberadaan Bandung sebagai bagian dari jaringan kota kreatif dunia juga diharapkan mampu mendorong mereka untuk memiliki kompetensi global,” ujarnya.

Sejauh ini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah menjaring 14.000 ribu calon startup founder yang mendaftar online di reg.1000startupdigital.id. Proses pendaftaran untuk Ignition Bandung sendiri masih akan terus berlanjut sampai dengan 31 Oktober 2016.

Sebagai salah satu syarat pendaftaran, semua peserta harus membuat sebuah video berdurasi maksimal 2 menit, yang menggambarkan masalah besar yang ingin diselesaikan, beserta ide dan solusi yang akan dibuat dengan memanfaatkan teknologi digital. Video tersebut kemudian di­unggah ke YouTube dengan menyertakan hashtag #1000startupdigital.

Program ini bukan kompetisi untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan tertentu, namun merupakan sebuah gerakan yang bertujuan menciptakan ekosistem startup digital berkelanjutan yang memecahkan masalah besar yang berdampak bagi Indonesia. Diharapkan, bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air dapat semakin berkembang agar tujuan Indonesia untuk menjadi the Digital Energy of Asia pada 2020 bisa terwujud.