ArenaLTE.com – “Tahu bulat.. digoreng dadakan.. di mobil… lima ratusan…”. Anda yang tinggal di sekitar Jakarta pasti sudah familiar dengan kata-kata tersebut. Penjual tahu bulat dengan mobil pick-up yang berkeliling kampung dan kompleks, lengkap dengan rekaman suara yang diputar berulang-ulang. Ini ternyata menjadi inspirasi Own Game, penerbit game asal Bandung untuk mengembangkan game Tahu Bulat.

Tak dinyana, game Tahu Bulat berhasil membuat pencapaian fenomenal karena dalam waku singkat mendapat respon yang tinggi dari pengguna. Dalam catatan peredarannya semenjak dirilis pertama kali di Google Play Store, game ini mampu menarik banyak minat pengguna. Game Tahu Bulat telah diunduh lebih dari100 ribu hanya dalam waktu satu Minggu dan masuk di puncak tangga Top New Free. Di kategori Trending berhasil menyalib opsisi Clash of Clans. Sedangkan untuk Top Free berada tepat di bawah Clash of Clans yang memang terkenal di seluruh dunia.

tahu-bulat-playstore

Dalam pagelaran acara Pasar Komik Bandung, Eldwin Viriya, CEO & Founder Own Games mengakui bahwa dirinya cukup takjub dengan proyek game terbarunya ini. Hal ini dikarenakan reputasi dari game Tahu Bulat yang meningkat lebih cepat dibanding dengan game lain yang dikembangkan.

“Hanya dalam waktu satu minggu, game Tahu Bulat berhasil mendapat downloader sebanyak 100 ribu. Padahal untuk game lain kembangan Own game, harus menempuh waktu sekurangnya 10 bulan untuk mencapai download sebanyak itu,” jelas Eldwin Viriya, seperti dilansir dari Chip.

Berhasil menorehkan catatan dan mendepak game COC dari tapuk teratas Play Store, tidak menyiratkan game ini memiliki tingkat permainan yang sulit yang membutuhkan strategi khusus. Sebaliknya, game ini layaknya seperti game sederhana Flappy bird, namun mampu membawa pemain mendapatkan keseruan tersendiri di dalamnya.

Bisa dikatakan bahwa game Tahu Bulat cukup sederhana, hal itu terlihat dari cara memainkan game ini yang hanya mengajak penggunanya untuk menjadi penjual tahu. Seperti pada genre permainan clicker, game ini dimainkan dengan sistem touch screen/ klik sebanyaknya untuk melariskan dagangan. Dengan cara demikian, pengguna sekaligus mengumpulkan banyak koin dan bisa ditapuk ke level lebih tinggi.

Sedikit berbeda dengan sistem permainan Flappy Bird, meski game ini memiliki kesederhanaan sistem permainan yang sama. Tahu bulat membutuhkan kecepatan dalam menyentuh layar, bukan kecekatan atau ketepatan seperti halnya permainan si burung Flappy tersebut. Dengan menyentuh layar dalam ritme yang cepat, maka kemungkinan koin yang bertambah pun akan semakin cepat.

Koin yang dikumpulkan pemain dapat ditukarkan dengan aksesori untuk meningkatkan ke level selanjutnya, seperti pembelian speaker pemanggil, alat masak baru, peningkatan tenda dagangan, serta mobil dagangan yang bisa ditingkatkan levelnya melalui koin ini.

Disela pengumpulan koin yang harus dikumpulkan, suara rekaman yang disajikan dalam game Tahu Bulat pun cukup unik dibanding lainnya. Ya, ada nada kental bahasa daerah dari Indonesia dalam permainan ini, suara penjualnya yang berbeda dan bernada kental digunakan untuk menarik para pembeli dalam permainan ini. “Tahu bulat, digoreng di mobil dina katel, dadakan, gurih gurih nyooi,” begitu bunyi rekaman suara yang keluar saat pengguna menyentuh layar.