ArenaLTE.com – Industri financial technologi (fintech) merupakan salah satu metode layanan jasa keuangan yang mulai populer di era digital sekarang ini. Dan pembayaran digital menjadi salah satu sektor dalam industri FinTech yang paling berkembang di Indonesia. Sektor inilah yang kemudian paling diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses kepada layanan keuangan.

Menurut data World Bank, ternyata baru 36% saja dari masyarakat Indonesia yang terhubung dengan lembaga keuangan formal. Dengan populasi sekitar 250 juta, kelas menengah yang kian berkembang dan masih banyak komponen masyarakat yang belum tersentuh produk perbankan (unbanked), Indonesia memiliki potensi hingga Rp 1.600 triliun dari sisi permintaan pendanaan namun hanya Rp 600 triliun yang mampu disediakan oleh bank dan institusi perbankan.

Sebagai salah satu pasar yang luar biasa potensial untuk industri financial technologi (fintech), sudah saatnya masyarakat Indonesia mendapatkan akses ke informasi dan edukasi finansial secara menyeluruh. Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Kamar Dagang & Industri (KADIN) mengumumkan sebuah inisiatif baru sebagai bentuk konkrit dukungan untuk pertumbuhan industri financial technology di Indonesia. Inisiatif ini dinamakan Indonesia Fintech Festival & Conference 2016.

Indonesia Fintech Festival and Conference 2016 yang akan diadakan 29-30 Agustus 2016 di ICE, BSD merupakan sebuah acara yang akan menjembatani semua stakeholder di industri Financial Technology, mulai dari regulator, institusi keuangan swasta, investor, startup, inkubator, asosiasi industri dan juga dari kalangan akademis.

ilustrasi aplikasi keuanganTidak hanya konferensi, Indonesia FintechFest 2016 juga memberikan kesempatan untuk para startup fintech dan pelaku e-commerce berjumpa dengan para investor maupun pihak terkait lainnya. Termasuk berjumpa dengan para ahli dalam rangka berkonsultasi dan berdiskusi.

Sekaligus sebagai sarana untuk belajar langsung dari para pakar fintech dari dalam maupun luar negeri. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen OJK untuk membangun pondasi ekosistem financial technology yang memperkuat potensi startup-startup buatan Indonesia untuk bisa menjadi pemain kuat baik di Indonesia maupun secara global.