ArenaLTE.com – Pertumbuhan ekonomi digital sangat erat kaitannya dengan penerapan Layanan Fixed Broadband Indonesia yang maksimal. Solusi Layanan Fixed Broadband Indonesia sebenarnya ada dua yang pertama yaitu Fixed Solution yang menggunakan kabel fiber optik dan yang kedua adalah Mobile solutions yang sudah mulai berjalan melalui layanan teknologi 4G LTE.

Secara teknis, fungsi dari jaringan Fiber Optik (FO) dalam korelasinya dengan layanan kepada pelanggan adalah sebagai jaringan utama backbone. Jaringan FO berfungsi membawa trafik berkapasitas besar dalam kecepatan tinggi.

Jaringan Fiber Optik (FO) ini bisa di-upgrade sesuai dengan perkembangan teknologi, tanpa gangguan interferensi radio microwave termasuk untuk keperluan layanan teknologi 4G LTE.

Salah satu operator Tanah Air yang gencar menjalankan proyek pembangunan Fiber Optik (FO) adalah PT XL Axiata Tbk (XL). Proyek yang masih berjalan tahun ini antara lain ada di wilayah Jawa, Sumatera, Bali-Lombok-Sumbawa, Sulawesi dan Kalimantan.

fiber optik XLKhusus di wilayah Kalimantan, jaringan fiber Optik XL sudah membentang hingga lebih dari 1.600km yang mencakup jaringan backbone, backhaul dan access. Jaringan FO XL di Kalimantan ada di Takesung, Banjarmasin, Balikpapan, Sangatta, Pontianak, Singkawang, Samarinda, Sampit, Pangkalan Bun, serta Bontang.

Proses pembangunan masih terus berlangsung dan Lebih dari 1.000 kilometer di antaranya bahkan telah selesai dan sebagian sudah mulai beroperasi. Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya dalam keterangannya mengungkapkan bahwa proyek FO XL yang baru dibangun di wilayah Kalimantan antara lain adalah Banjarmasin-Balikpapan sepanjang sekitar 700 km.

Jaringan-jaringan FO tersebut antara lain untuk mendukung jaringan teknologi 4G LTE, jaringan transmisi backbone, backhaul dan access. Sebagian besar proyek pembangunan FO tersebut dilakukan sendiri sementara sebagian lagi dengan menjalin kerjasama pembangunan dengan pihak lain dalam skema partnership.

Dari sisi kendala, pembangunan FO di Kalimantan terutama berupa lahan yang  sebagian besar berupa gambut sehingga kabel FO rawan terbakar apabila terjadi kebakaran lahan. Meski demikian, XL akan terus membangun infrastruktur di daerah tersebut guna memperluas cakupan layanan di Kalimantan.

Menurut Yessie, Kalimantan merupakan wilayah yang secara bisnis memang menjanjikan untuk pengembangkan wilayah layanan kami. Saat ini, di seluruh Kalimantan, kami memiliki lebih dari 1,3 juta pelanggan, dengan tingkat pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

“Selain itu, tentu saja kami juga ingin bisa lebih melayani masyarakat di pelosok-pelosok daerah, termasuk Kalimantan, untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pembangunan,” pungkasnya.