ArenaLTE.com –  Kiprah Ericsson di industri teknologi dunia sudah 140 tahun, dimulai sejak tahun 1876 hingga sekarang. Sudah ada sekitar 39 ribu paten teknologi baru dihadirkan yang merambah ke segala hal untuk membuat kehidupan lebih baik termasuk Internet Of Things.

Untuk mencapai hal ini setidaknya USD14 milyar dialokasikan Ericsson untuk Research and Development program  dan yang terpenting bisa kita rasakan adalah kemudahan mengakses internet melalui perangkat smartphone.

Hingga saat ini solusi layanan Ericsson sudah diakses hingga 2,5 Milyar subscriber di seluruh dunia melalui berbagai operator yang tersebar di seluruh dunia, jumlah ini menguasai sekitar 40% akses mobile di seluruh dunia.

Tidak hanya berhenti disini saja, Ericsson memiliki visi yang menarik yaitu berusaha menciptakan “Network Society” dimana setiap orang dan setiap industri bisa meningkatkan kemampuan potensial yang mereka miliki, termasuk membuat kota lebih pintar (smart city) dengan kemampuan yang saling terkoneksi melalui Internet of things (IoT).

Internet Of Things adalah koneksi dan saling terhubungnya semua obyek di muka bumi. Untuk mendorong hal ini Ericsson menjadi pelopor layanan akses di jaringan internet cepat mulai dari 4G LTE hingga 5G yang menjadi salah satu syarat mutlak penerapan Internet Of Things. Era Internet Of Things diprediksi akan terjadi ketika layanan 5G mulai berjalan yaitu di tahun 2020, dimana pada tahun itu akan ada sekitar 50 milyar perangkat yang saling terkoneksi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hardyana Syintawati, selaku Vice President Marketing & Communication Ericsson Indonesia, pada acara temu media di kawasan Plaza Senayan, Jakarta (01/06/2016). Tren Internet Of Things sudah dimulai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pengguna sekarang ini mulai dari sosial media yang sudah menjadi budaya sehari-hari, hingga 1,9 milyar aktivasi smartphone baru setiap harinya.

Hardyana Syintawati Ericsson
Hardyana Syintawati, Vice President Marketing & Communication Ericsson Indonesia

Tidak hanya pengguna, bahkan industrinya juga mengalami perubahan di semua sektor industri mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, media, transportasi, banking, utility hingga retail. Dengan konektivitas juga memungkinkan terjadinya “Sharing Economy”, setiap hari ada sekitar 2,7 milyar transaksi Ecommerce, termasuk toko online, transportasi online hingga layanan booking online.

Hardyana Syintawati menambahkan bahwa transormasi  prilaku pengguna, transformasi pelaku bisnis dan konektivitas inilah yang memungkinkan semua saling terhubung melalui Internet Of thing dan menciptakan sebuah Network Society untuk kehidupan yang lebih baik.

Tantangan Penerapan Internet Of Things (IoT)

Namun penerapan Internet Of Things ini membutuhan beberapa syarat mutlak seperti perangkat yang terkoneksi (connected device) dan akses pengolah data nya yaitu layanan cloud kemudian terhubung melalui layanan yang handal lalu kemudian semuanya menjadi serba digital.

Namun bukannya tanpa tantangan, penerapan Internet Of Things khususnya di industri menghadapi beberapa tantangan seperti diantaranya adalah kompleksitas. Dari sistem sederhana menjadi sistem baru yang berbeda dan memadukan bahasa sistem antar divisi atau antar kegiatan lain membutuhkan proses yang tidak mudah karena mereka memiliki bahasa yang berbeda-beda.

ericsson-iotTantangan selanjutnya yaitu agility, yaitu merubah pola kerja yang sudah lama menjadi pola baru membutuhkan tantnagan tersendiri, apalagi jika pola tradisional tersebut sudah berlangsung cukup lama. Dan biaya juga menjadi salah satu tantangan khusus karena mentransformasi sebuah industri dari tradisional menjadi digital membutuhkan biaya tambahan. Kehadiran penragkat yang mendukung Internet Of Things juga masih terbilang lambat hal ini menjadi tantangan khusus untuk mendorong banyaknya inovasi terbaru perangkat yang mendukung Internet Of Things.

Dengan berbagai kelengkapan layanan yang dimilikinya, Ericsson menghadirkan sebuah platform akselerasi untuk pengembangan Internet Of Things (IoT) bernama Ericsson IoT Accelerator. Ini merupakan platform dengan beragam fitur dan layanan yang dapat dikombinasikan dengan layanan milik Ericsson, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan membuka peluang baru dengan menghadirkan teknologi IoT kedalam bisnis yang sedang dijalankan.

Ericsson IoT Accelerator ini pada tahap awal akan tersedia untuk konsumer di bidang keamanan publik, utilities, transportasi dan smart cities. Kemampuan yang dimiliki Ericsson IoT Accelerator ini diantaranya yaitu data management, billing, device management, connectivity services dan analytics.

Termasuk juga layanan self-service portal, developer environment dan software development kit dalam pengembangan kedepan. Ericsson IoT Accelerator ini juga akan memanfaatkan Ericsson Cloud System guna mendukung implementasi dari hybrid cloud termasuk kendali penuh atas penggunaan big data dan keamanannya.