ArenaLTE.com – Diajang Mobile World Congress 2016 di Barcelona, ​​Ericsson menampilkan berbagai inovasi teknologi terbaru mereka. Salah satunya yaitu Ericsson menyiapkan jaringan 4G LTE untuk dapat mendukung penerapan Internet Of Things (IoT) sebagai salah satu peluang bisnis baru yang akan tumbuh pesat dimasa depan.

Menurut analisa Ericsson Mobility Report, diprediksi akan ada 28 miliar perangkat yang saling terhubung pada tahun 2021 mendatang, dimana lebih dari 15 miliar akan terhubung M2M (Machine To Machine) dan perangkat elektronik milik konsumen. Untuk mendukung pertumbuhan yang cepat dari perangkat yang terhubung (IoT) tersebut, SingTel dan Ericsson mengumumkan kolaborasi mereka untuk melakukan percobaan teknologi Narrow Band Internet of Things (NB-IOT) di jaringan 4G LTE.

Teknologi Narrow Band Internet of Things (NB-IOT) sendiri merupakan solusi telekomunikasi yang akan memungkinkan cakupan layanan yang lebih luas dan perangkat yang lebih ringkas, yang akan membuat SingTel dapat mendukung penggunaan IoT baru dilokasi seperti Smart Cities, utilitas dan lingkungan. Jaringan 4G LTE dari Singtel ini sudah mendukung untuk low-cost category 1 (Cat-1) devices, yang dibangun untuk aplikasi IoT.

internet of things iotBaca juga: Ericsson Mobility Report: Tahun 2021, Orang Indonesia Konsumsi Data 28 GB Per Bulan

Kemampuan batere jangka panjang menjadi prasyarat bagi sejumlah besar perangkat IoT, yang mendukung penyebaran lapangan dengan kebutuhan daya dan pemeliharaan yang minimal. Hal ini dimungkinkan untuk mengaktifkan lebih dari 10 tahun hidup baterai pada jaringan 4G LTE yang ada. Kemampuan penghematan daya memungkinkan perangkat untuk memasuki mode deep sleep baru dan ideal untuk perangkat yang hanya perlu menghubungi jaringan sekali per jam atau bahkan kurang secara berkala.

Sam Saba, Region Head, Ericsson South East Asia & Oceania melalui keterangan tertulisnya mengatakan: “IoT adalah pasar yang baru muncul dan kami senang untuk terus mengeksplorasi teknologi IoT masa depan seperti Cat-M dan NB-IOT yang menjanjikan untuk mengurangi biaya perangkat dan meningkatkan cakupan dan daya tahan baterai lebih jauh. Contoh aplikasi yang dapat memanfaatkan teknologi ini adalah suhu, kualitas udara dan sensor banjir.”