ArenaLTE.com – Ericssson melihat akan terjadi gangguan digital di setiap sektor industri di tahun 2016 ini. Akan ada 50 milyar perangkat yang saling terkoneksi di seluruh dunia, tiga kekuatan fundamental di industri TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), yakni broadband, mobilitas dan cloud, secara cepat akan menciptakan sebuah value chain, menciptakan bentuk-bentuk bisnis digitalalisasi, dan menciptakan berbagai kesempatan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Ericsson juga melihat bahwa dengan perubahan yang semakin cepat dan untuk menghadapi gangguan digital ini, industri membutuhkan kerjasama strategis dan jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan, mempercepat inovasi dan transformasi digital berdasarkan permintaan dari pelanggan, termasuk para pelanggan dari industri lainnya.

Ericsson sendiri bersama-sama dengan industri dan para pelanggannya tengah berada dalam sebuah penjalanan transformasi digital. Saat ini, 66 persen bisnis yang dijalankan Ericsson berasal dari software dan layanan jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, dimana mayoritas bisnis Ericsson didominasi oleh hardware.

Guna menghadapi ganguan digital dan mendukung para industri yang ingin melakukan transformasi diigtal, Ericsson mengumumkan beberapa portfolio yang berhasil mereka kembangkan di sektor 5G, IoT dan cloud yang akan menjadi topik-topik terpanas di industri TIK.

Di sektor 5G , Ericsson telah menjalin kerjasama dengan 20 operator utama di seluruh dunia dalam pengembangan 5G termasuk melakukan riset untuk pra-standardisasi 5G, seperti 5GEx, METIS II dan 5G untuk Eropa. Ericsson sendiri memprediksi peluncuran komersial 5G akan terjadi di 2020, oleh karena itu Ericsson menyediakan berbagai konsep 5G guna meningkatkan jaringan 4G yang ada saat ini, yaitu (Ericsson Lean Carrier, Elastic RAN, Massive IoT (NB-IoT dan LTE-M).

Sedangkan di sektor Internet Of Things (IoT), Ericsson menawarkan sebuah rangkaian modular solusi software dan layanan professional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ambisi operator dalam bidang IoT. Beberapa kolaborasi yang sudah dilakukan yaitu solusi Digital Life bagi para operator yang menggunakan teknologi IoT untuk melakukan transformasi layanan otomatisasi dan keamanan rumah.

Disektor Cloud, Ericsson berencana membentuk sebuah aliansi bisnis global, teknologi dan layanan dengan Amazon Web Services (AWS) guna mempercepat transformasi cloud bagi penyedia layanan telekomunikasi. Ericsson juga bergabung dengan Open Compute Project (OCP) untuk mendorong pengadopsian solusi-solusi data center berbasis infrastruktur software milik Ericsson dan Intel® Rack Scale Architecture juga mempercepat produksi Ericsson Hyperscale Datacenter System 8000.