ArenaLTE.com – Sebagai versi terbaru dari sistem operasi Android Lollipop 5.x sudah tentu jadi versi rujukan untuk beragam smartphone Android terbaru. Meski beberapa pasar global tengah dilanda kelesuan ekonomi, nyatanya distribusi Android Lollipop masih dapat bergerak meningkat. Dalam laporan terbaru Google untuk awal bulan September 2015, disebutkan distribusi Android Lollipop telah berada di level 21 persen, dengan rincian 15,9% berjalan di Android 5.0, 5,1% berjalan di Android 5.1.

Angka 21 persen tentu belum jadi yang terbesar, lalu pertanyaan, siapa versi yang merajai segmen OS Android? Jawabannya ternyata ada Android KitKat sebesar 39,2 persen yang dirilis sejak tahun 2013. Sementara untuk versi OS Android yang lebih lama, seperti Android Jelly Bean dan Android Ice Cream Sandwich terus mengalami penurunan. Android Jelly Bean ada di posisi 33,6 persen. Penurunan lebih tajam pada distribusi Android Ice Cream Sandwich, di awal September ini hanya 3,7 persen. Versi yang lebih lawas lagi Gingerbread 4,1 persen. Sementara distribusi Android Froyo hanya mencapai 0,2 persen hingga awal bulan ini. Mengecilnya pasar OS Android lama terkait dengan replacement smartphone Android ke tawaran produk yang lebih baru dan murah.

OpenSignal, perusahaan yang bergerak dalam pemetaan jaringan nirkabel berbasis di London, Inggris mendapati bahwa jumlah dari jenis perangkat Android dari tahun ke tahun terus meningkat. Seperti yang dilaporkan bahwa pada 2012  terdapat 3.997 jenis perangkat Android yang berbeda, lalu pada tahun 2013 meningkat menjadi 11.868, tahun 2014 meningkat lagi ke angka 18.796, dan beberapa bulan lalu tercatat sudah menyentuh angka  24.093.

Fregmentasi pada perangkat Android ini terbilang fantastis karena tidak hanya merek ternama yang memproduksi perangkat dengan OS Android, namun juga merek-merek lokal dari berbagai negara. Sebut saja merek seperti Kyocera, Vega, atau Advan yang juga ikut memprodusi perangkat dengan basis OS Android. Namun pangsa pasar perangkat berbasis Android yang terbesar masih dipegang oleh merek Samsung diikuti oleh Sony, LG, dan Motorola. TIdak ketinggalan juga merek dari negeri tirai bambu pun sudah berani bersaing dengan merek besar seperti, Lenovo, Huawei, ASUS, dan Xiaomi.

Tetapi, dengan banyaknya produsen yang memproduksi perangkat untuk Android ini membingungkan pihak pengembang yang ingin membuat sebuah aplikasi atau mengembangkan suatu aplikasi. Hal ini dikarenakan tidak meratanya versi Android yang digunakan karena masalah kompabilitas dari perangkat itu sendiri, dan juga ukuran layar yang digunakan masing-masing perangkat tidak sama. Sehingga para pengembangpun bersusah payah agar nantinya aplikasi yang dibuatnya dapat berjalan dengan normal di seluruh perangkat Android.