ArenaLTE.com – Netflix adalah salah satu layanan global internet TV yang kini telah melakukan ekspansi di 130 negara di dunia, salah satunya adalah Indonesia. Situs layanan video streaming yang baru melakukan ekspansi di Tanah Air ini, kian menyedot perhatian publik. Pasalnya, kehadiran Netflix di Indonesia adalah dilema bagi para pengguna layanan dan juga regulator.

Heru Sutadi, Pengamat Telekomunikasi yang juga pernah menjabat sebagai anggota badan regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI), dalam pesan Whatsapp-nya, di Jakarta, Jumat (8/1/2016) mengungkapkan bahwa invasi Netflix ke Tanah Air bisa menjadi ancaman serius. Sehingga, perlu ada tindakan yang dilakukan pihak Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Dampaknya ada pada penyedia penyedia TV berlangganan. Di awal layanan ini gratis, namun mulai 7 Februari akan dikenakan biaya sekira Rp 110 ribuan untuk paket dasar dan Rp 140 ribuan untuk paket standar dan Rp 170 ribuan untuk paket premium. Dampak disruptive technology pasti ada, namun dengan dolar yangg masih mahal, TV berlangganan di Indonesia masih jadi pilihan,” jelas Heru.

Menurutnya, sebelum pengguna Indonesia diakuisisi oleh Netflix atau dalam kata lain pengguna banyak disedot untuk menikmati layanannya. Diharapkan para penyedia TV Kabel atau TV Berlangganan di Indonesia harus menurunkan harga layanannya, sehingga bisa lebih bersaing.

“Penyedia TV kabel atau TV berlangganan harap segera menurunkan harga dan tidak memecah tayangan utama lewat paket yg ragamnya banyak dan agak tricky. Karena meski ada layanan yang di bawah Rp 100 ribu tapi untuk bisa menerima tayangan yang top apakah film, sport, termasuk siaran dari korea, jepang, harganya bisa 350 ribuan,” tulisnya menerangkan.

Dirinya juga menjelaskan, tarif yang bisa disesuaikan terlebih cocok untuk masyarakat Indonesia adalah di level harga Rp 200 ribuan, harga yang pas untuk bisa menikmati semua tayangan. ”Tapi dengan penawaran hanya Rp 170 ribuan, kalau bisa dengan harga sama atau Rp 150 ribuan maka orang akan tetap menggunakan tv kabel lokal daripada Netflix,” ungkapnya.