ArenaLTE.com – Millennial atau generasi muda saat ini diprediksi akan menguasai angkatan kerja di dunia pada tahun 2020 mendatang. Fenomena ini bahkan sangat terlihat pada beberapa negara berkembang, khususnya yang terletak di Asia Tenggara seperti Indonesia. Negara-negara ini memiliki ciri khas yang sama: mampu memanfaatkan media untuk mengangkat diri atau digital branding untuk merengkuh pekerjaan idaman.

Sebagai digital native, mereka bisa melakukan digital branding yang mana diprediksi akan menguasai angkatan kerja dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana dampak dari para millennial ini pada keseluruhan lanskap dunia kerja, khususnya di Indonesia?

Menurut Frank Koo, Head of Southeast Asia Talent Solution LinkedIn, kini perekrut tak lagi hanya berpangku tangan menunggu kandidat terbaik untuk datang. Perekrut dituntut untuk menggunakan sistem jemput bola dan secara langsung menghampiri para talenta terbaik melalui kanal networking online. “Karenanya, membangun pencitraan secara digital atau digital branding yang kuat kini menjadi penting peranannya untuk para profesional dalam meraih karier idaman,” ujar Frank.Pengguna LinkedIn Learning

Studi LinkedIn Talent Trends juga menemukan fakta menarik bahwa millennial lebih aktif dan berhasrat untuk menemukan kesempatan kerja baru jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya (generasi X dan baby boomers). Lebih lanjut, para millennial juga lebih besar kemungkinannya untuk melakukan wawancara kerja di beberapa tempat sekaligus. Studi ini juga menemukan bahwa 88% para millennial lebih tertarik dengan perusahaan kecil. Menariknya, satu per tiga dari mereka memanfaatkan platform media sosial untuk menemukan tambatan karier idamannya.

Di sisi lain, tambah Frank, upaya digital branding yang dilakukan oleh perusahaan perekrut tidaklah beresonansi dengan para millennial. Kecil kemungkinannya bagi para millennial untuk mengetahui tentang seluk-beluk sebuah perusahaan sebelum mencoba peruntungan karier di sana. Mereka bahkan mengatakan bahwa penghambat terbesar dalam berpindah perusahaan adalah tidak memiliki informasi yang cukup tentang perusahaan yang ingin dituju.

Dari paparan tersebut, bisa disimpulkan bahwa branding secara digital memiliki dampak yang sangat besar untuk para millennial sebagai kandidat, khususnya di dunia digital seperti saat ini. Terlebih bagi perusahaan. Para millennial yang sangat terhubung dengan jaringan mereka kini memanfaatkan platform online untuk lebih menonjol dan terhubung dengan kesempatan karier yang lebih luas lagi, baik untuk bisnis dan / atau pekerjaan.

Sementara pencitraan perekrut kini menjadi faktor pembeda bagi millennial, khususnya dengan usaha mereka untuk mengembangkan bisnis baik sebagai entrepreneur pemula atau lanjutan, sebagai seorang profesional muda. Untuk membangun personal digital branding melalui LinkedIn, ada beberapa langkah dasar yang sebaiknya dilakukan.