ArenaLTE.com – Meski lama tak menyuarakan perkembangan bisnis perusahaan, namun operator telekomunikasi Hutchinson Tri (3) Indonesia mengabarkan bahwa sudah menggelar secara komersial layanan 4G LTE di 6 kota besar di Indonesia. Hal tersebut diutarakan perusahaan adalah sebagai komitmen yang ingin memberikan bukti dibanding harus menggeborkan terlebih dahulu.

Dolly Susanto, Chief Sales & Marketing Officer Hutchinson 3 Indonesia menjelaskan bahwa teknologi 4G LTE sudah diadopsi perusahaan dan ready digunakan oleh pelanggan. Namun perusahaan memiliki alasan tersendiri mengapa hal ini tidak di sounding secara besar.

“Sebenarnya kalau sebagai pelanggan yang penting adalah akses kecepatan, karena meski teknologi apapun yang diadopsi tapi tidak memberikan akses kecepatan bisa bikin bete sendiri. Tri memiliki cara sendiri dalam pencapaiannya, yakni dengan bahasa pelanggan. Jadi kita penuhi dahulu kebutuhan pelanggan akan akses internet mobile,” jelas Dolly Susanto, di sela pengenalan program festival ambisiku, di Jakarta.

Tri

Ditemui ditempat yang sama, Muhammad Buldyansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchinson 3 Indonesia, menyampaikan bahwa teknologi 4G yang diadopsi perusahaan memang sudah lama. Dirinya meyakini bahwa untuk proses pengaktifan teknologi tersebut sangat mudah, dan tidak membutuhkan waktu lama sehingga tidak perlu harus digambar-gemborkan terlebih dahulu.

“Dalam pengaktifannya mudah, untuk mengaktifkan base tranceiver stadion (BTS) 4G yang diadopsi tidak membutuhkan waktu Minggu atau hari, bahkan bisa hitungan jam. Kita melihat kebutuhannya dahulu, misalkan Palembang. Kalau di wilayah ini dibutuhkan maka sistem pengaktifannya singkat,” jelas lelaki yang akrab disapa Buldyansyah ini.

Buldyansyah juga menuturkan bahwa sejak awal pendirian Tri di Indonesia, perusahaan memang telah menyiapkan infrastruktur dengan cukup matang. Menurutnya, jaringan telekomunikasi yang dimiliki telah dipersiapkan dan dirancang untuk mobile internet yang menggunakan infrastruktur jaringan berbasis IP versi 6.

Dirinya juga menjelaskan bahwa cakupan jaringan 3G perusahaan sudah hadir di 2.820 kecamatan, 307 kabupaten atau kotamadya di 25 provinsi Tanah Air. Sedangkan untuk cakupan 4G LTE, sudah digelar di enam kota seperti Jakarta, Bandung, Makasar, Pontianak, dan Batam. Kehadiran jaringan itu sendiri diungkapkan berjalan di spektrum pita frekuensi 1.800MHz, dengan kapasitas pita 10MHz.

Pihak perusahaan mengklaim bahwa total dari BTS yang dimiliki hingga 2015 ini adalah sebanyak 39.053, dan telah memiliki tingkat lalulintas data besar yang tercatat menghantar sekira 1200 hingga 1300 Terabyte setiap harinya. Sedangkan untuk total keseluruhan pelanggan yang dimilikinya mencapai 55,5 Juta pelanggan.