ArenaLTE.com – Carousell, startup penyedia layanan marketplace asal Singapura yang memulai debut dari aplikasi smartphone terus mengepakkan sayap. Kini mereka menunjuk Chai Jia Jih sebagai Carousell Vice President of International untuk mengembangkan ekspansi mereka di empat negara (Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan). Di Indonesia, mereka pun siap berkembang lebih jauh.

Sebagai kilas balik saja, setelah layanannya berkembang cepat dalam bentuk aplikasi hingga menjangkau empat negara (Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Taiwan) mereka kini ekspansi memperkenalkan web platform. Versi web Carousell.com telah dikembangkan menjadi full-featured platform yang membiarkan pengguna untuk membeli dan menjual seperti biasanya saat memakai aplikasi mobile.

Jpeg
Chai Jia Jih sebagai Carousell Vice President of International

Sama dengan aplikasi mobile, web platformnya juga memberikan kesempatan penjual untuk mendaftarkan dan menjual produknya dengan mudah melalui antar muka yang user-friendly. Tampilan web dirancang meniru aplikasinya dengan desain minimalis dan bersih.

Carousell diklaim sangat memperhatikan perubahan teknologi dan selalu berusaha untuk memadukan infrastruktur yang stabil dan fleksibel untuk melayani kebutuhan pengguna. Inilah mengapa web platform-nya dibuat berdasarkan teknologi web terbaru dari Facebook yaitu ReactJS.

Menurut Chai Jia Jih yang ditemui ArenaLTE dalam kesempatan wawancara eksklusif di Jakarta baru-baru ini mengungkapkan, Carousell bukan hanya sebuah aplikasi, melainkan sebuah komunitas. “Melalui aksi sederhana transaksi di marketplace, ratusan ribu koneksi orang dibentuk setiap harinya. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu, sekarang menjadi teman, mitra bisnis dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Untuk Indonesia, Chai mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih berfokus di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Carousell sendiri baru launching di Indonesia pada 2014 lalu dan cukup optimistis masuk pasar Indonesia karena memiliki  potensi populasi yang besar.

Carousell saat ini berfokus pada pendekatan customer to customer (C2C). Dengan kategori yang didominasi oleh penjualan produk fashion dan produk secondhand alias barang bekas. Target market yang dibidik oleh layanan ini sebagian besar berada di kelas A dan B. Jadi barang yang dijual adalah produk bermutu dan berkelas meski bekas.

Sudah ada sekitar 26 juta produk listing yang terpampang dalam Carousell, dan sebanyak 8 juta item produk tersebut sudah ditransaksikan seller. Pihak perusahaan juga mengklaim bahwa ada sekira 50 produk baru yang masuk dalam list setiap menitnya, serta beragam promosi terbaru.