ArenaLTE.com – Bagi operator telekomunikasi, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Jawa Barat merupakan pusat pertempuran layanan seluler nasional. Tak heran begitu layanan 4G LTE keluar, kawasan ini menjadi prioritas untuk pembangunan BTS 4G LTE. Termasuk tentu saja adalah Telkomsel.

Menurut Yossie Hamdeny, GM Legal & Stakeholder Management Telkomsel Area Jabodetabek Jabar  kebutuhan layanan data di kawasan ini sangat tinggi. Sehingga pihaknya mengimbangi dengan agresif membangun jaringan BTS 4G LTE di kawasan ini.

Dengan jumlah pelanggan mencapai 37,6 juta dari 164 juta pelanggan di seluruh Indonesia, Telkomsel Area Jabodetabek dan Jabar menguasai 33% pelanggan secara keseluruhan. “Kualitas jaringan yang stabil dihadirkan dengan 37 ribu BTS yang tersebar di seluruh populasi. Di mana 34 wilayah setingkat kota/ kabupaten telah terlayani jaringan broadband 4G LTE Telkomsel,” ujar Yossie.

Sementara itu Singue Kilatmaka, Spv Corpcomm & Integrations Telkomsel Area Jabodetabek Jabar, menambahkan bahwa untuk membangun jaringan BTS 4G LTE, pihaknya memprioritaskan pada populasi, konsumsi data dan potensi yang ada di daerah itu. Karena itu pula, tak heran jika 70% BTS 4G LTE sendiri dialokasikan di Jabodetabek.

Singue mengungkapkan, hingga kuartal ketiga tahun 2016, pembangungunan BTS 4G LTE Telkomsel di area Jabodetabek dan Jabar meningkat signifikan mencapai 241%. “Langkah ini menjadi perhatian khusus sejak awal tahun mengingat tingginya animo konsumen untuk memanfaatkan layanan 4G LTE,” ujarnya.

Saat ini, pelanggan 4G LTE Telkomsel di area Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten mencapai 3,7 juta. Dibanding tahun sebelumnya yang baru perkenalan 4G LTE, peningkatannya sebesar 1587% di mana Jawa Barat merupakan kontributor tertinggi secara nasional. 

Dari angka tersebut, tercatat sejak Januari 2016, sebanyak 1,5 juta pelanggan yang melakukan migrasi ke USIM. 70% di antaranya proaktif dengan mengunjungi Grapari Telkomsel. 

“Animo masyarakat untuk mengganti kartu USIM 4G LTE tersebut mendorong peningkatan traffic hingga 42%. Saat ini Jakarta Selatan dan Bandung yang traffic datanya paling tinggi. Tetapi kota penyangga seperti Bekasi dan Tangerang pun menunjukkan peningkatan aktivitas digital yang tinggi,” pungkas Singue.