Pernah merasa sangat sedih atau marah ketika membaca berbagai status di timeline facebook dan twitter? Bahkan terkadang kita merasa negara kita benar-benar dalam kondisi menyedihkan atau dunia terasa begitu kacau setelah melihat berbagai berita dan status di sosial media? Atau kita juga kadang merasa gembira dan bahagia ketika berhasil bereksperimen membuat masakan dari menu yang kita peroleh di internet. Kadang kita juga bisa tersenyum ketika menang main game hingga tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku yang lucu di youtube atau instagram.

Tak dapat dipungkiri, kecanggihan teknologi melalui sebuah perangkat multifungsi bernama smartphone mempengaruhi aktifitas kita sehari-hari. Setiap aktifitas rutin yang kita lakukan menggunakan aplikasi dalam smartphone ternyata berdampak langsung terhadap kualitas perasaan dan ‘mood’ kita setiap harinya. Apalagi bagi kita yang tak pernah lepas dari smartphone mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi selalu memandang layar smartphone.

Brainpal mampu mengkombinasikan berbagai data yang diperoleh dari ikat kepala EEG dengan Cloudbrain API untuk menunjukkan kepada kita bagaimana pengaruh aplikasi yang sering kita gunakan terhadap suasana hati dan ‘mood’ kita. Seperti yang dilansir Techcrunch, Brainpal ini dipresentasikan pada Disrupt Hackathon oleh William Wnekowicz, Marion Le Borgne, dan Mel van Londen, ketiganya merupakan developer yang tertarik dalam proyek Neurotech. Aplikasi ini memanfaatkan kecanggihan perangkat EEG yang berbentuk ikat kepala (headbands) untuk memberi informasi aktivitas otak kita, yang sebelumnya informasi seperti ini hanya dapat kita peroleh melalui laboratorium khusus saja.

Mel van Londen, Marion Le Borgne, William Wnekowicz
Mel van Londen, Marion Le Borgne, William Wnekowicz

Bagaimana Cara bekerja Brainpal ?

Brainpal menggunakan ikat kepala EEG (Elektro Enselo Grafi) untuk merekam dan mempelajari aktifitas gelombang listrik di otak berupa elektroenselogram untuk dikombinasikan dengan Cloudbrain API, yang merupakan platform open-source untuk melakukan analisis data. Cloudbrain ini nantinya menyederhanakan informasi menjadi sebuah informasi atas berbagai aktifitas dari kebiasaan kita menggunakan berbagai perangkat teknologi. Informasi ini dapat kita akses, pelajari dan manfaatkan dari berbagai wearable device untuk meningkatkan kesehatan dan keperluan lainnya.

Dengan Brainpal, kita dapat menghindari berbagai aplikasi dalam smartphone yang dapat membuat suasana hati kita jadi rusak (bad mood). Sekaligus menghindari berbagai dampak negatif dari kemajuan teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Lebih jauh, Van Londen menjelaskan bahwa tim nya terinspirasi menciptakan Brainpal dari software time management seperti Rescue Time. Brainpal ini akan melacak bagaimana suasana hati kita ketika mengunjungi situs atau menjalankan aplikasi tertentu.

Misalnya jika kita sering main games, nonton film di smartphone untuk merasa rilex, namun beberapa lama kemudian mulai terasa seperti zombie, Brainpal dapat membantu kita mengetahui berapa lama waktu efektif yang dapat kita gunakan untuk bersantai agar tidak merusak suasana hati. BrainPal juga membuat kita untuk lebih sadar internet, jadi kita tahu kapan saat yang pas mengunjungi sosial media agar tidak merusak suasana hati termasuk membantu kita untuk selalu merasa semangat dan bahagia dengan menemukan hiburan yang pas dengan karakter dan kepribadian kita dengan memanfaatkan internet dan smartphone dalam aktifitas sehari-hari.