ArenaLTE.com – Sistem operasi Tizen yang mengusung slogan ‘the OS of everything’ memang merupakan platform bikinan Samsung yang belum begitu familiar. Setidaknya di Indonesia. Tapi, popularitas platform berbasis Linux yang dikembangkan vendor asal Korea ini ternyata terus tumbuh dengan cepat di kalangan developer.

Smartphone yang berbasis OS Tizen ini juga semakin populer di India yang merupakan salah satu pasar utamanya. Bahkan, kompetisi antara OS Tizen dengan OS Android di negara tersebut tengah memanas. Di pasar India, OS Tizen sekarang bercokol di posisi kedua tepat di bawah OS Android. Sementara secara global, laporan Q3 2015 dari Strategic Analytics menyebutkan jika OS Tizen merangsek ke posisi empat terbesar melangkahi Blackberry.

Baca Juga: Sistem Operasi Tizen Naik ke Posisi Empat Salip Blackberry

samsung tizen 2Tapi yang lebih menarik adalah sebuah laporan dari Samsung Vietnam yang mengklaim jika 2016 bakal menjadi tahun revolusi bagi OS Tizen. Raksasa Korea Selatan tersebut siap menyerbu dengan serangkaian handset bertenaga dari Tizen.

Perangkat entry level berbasis OS Tizen sebenarnya sudah menyerang duluan lewat beberapa seri seperti Samsung Z1 dan Samsung Z3. OS Tizen juga menyusup di beberapa wearable device. Dan terbukti produk-produk tersebut sudah teruji di pasar dan perkembangannya sangat positif.

Baca Juga: Samsung Z3 Meluncur di India

Lebih dari itu, ekosistem Tizen terus berkembang secara cepat dan mendapat dukungan yang manis dari kalangan developer. Sebagian besar berkat keputusan Samsung yang membiarkan mereka menikmati semua pendapatan dari aplikasi hingga akhir tahun depan. OS Tizen sudah disuntik aplikasi VLC terdedikasi dan aplikasi resmi Facebook.

Tapi, greget OS Tizen masih kurang begitu terasa karena belum ada seri papan atas yang ditumpanginya. Nah, jika kabar yang beredar dari Samsung Vietnam benar adanya kita akan bisa melihat varian lebih lengkap dari Samsung Z Series (lini produk berbasis OS Tizen) tahun depan. Kemungkinan adalah Z5 dan Z8 atau bisa jadi keluarga baru dengan flagship-nya sendiri. Hmm, siap-siap saja kaget jika seri high end berbasis OS Tizen mendarat.