ArenaLTE.com – Terkait dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT), Axioo dan Telkom Indonesia menggelar acara Bandung Lautan Digital untuk meningkatkan literasi siswa terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi Digital. UNBK / CBT adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Bandung Lautan Digital digelar pekan lalu (25/3/2016) di halaman Plasa Telkom Jalan Lembong, Bandung. Tingginya antusias siswa terlihat dengan banyaknya peserta sekitar 1000 pelajar SMP-SMA-SMK sampai mahasiswa dari Bandung yang mengikuti tour edukasi ini mulai dari belajar merakit dan mengenal komponen notebook Axioo, workshop fiber optic, hingga Try Out Ujian Online dengan teknologi Axioo Intel. Banyaknya peserta membuat waktu pelaksanaan dibagi menjadi 2 gelombang, pertama pukul 08.00 s/d 11.00 WIB, dan kedua pukul 13.30 s/d 16.30 WIB.

Sebanyak 120 laptop Axioo digunakan untuk kegiatan workshop Coding, 50 unit PC intel NUC dari Intel Indonesia, bandwith unlimited dari Telkom Indonesia serta dukungan dari vendor-vendor lain. Selain try Out massal berbasis teknologi, juga digelar kegiatan lain yakni seminar dan workshop Fun Coding with Axioo dan pengenalan teknologi fiber optik.

Menurut Timmy Theopelus, Direktur Axioo Class Program, kebijakan UN berbasis online atau UNBK nampaknya memberikan beban bagi sebagian pengajar dan siswa/i di Indonesia, karena minimnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang belum siap. “Axioo bersinergi dalam Bandung Lautan Digital agar dapat memberantas gagap digital terhadap kekurangmampuan penyerapan teknologi dalam pelaksanaan UNBK 2016 sekaligus menyiapkan dan mensukseskan UNBK 2016. Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian Axioo terhadap Pendidikan Indonesia agar terus maju dan berkembang,” ujar Timmy.

Baca juga: Meningkatkan Daya Saing Indonesia dalam Menyambut MEA dengan Teknologi dan Pendidikan

Axioo-Bandung-Digital

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas hanya di SMP tertentu saja seperti SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur sebagai percobaan. Dan hasilnya cukup menggembirakan, sehingga pemerintah semakin ingin mendorong literasi para pelajar terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dengan hasil UNBK 2014 yang baik, Pemerintah kembali melaksanakan UNBK di tahun 2015 dengan memperluas pelaksanaan UNBK  di 556 sekolah, terdiri dari 42 SMP/MTS, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di Provinsi dan Luar Negeri. UNBK hanya diselenggarakan pada sekolah yang sudah siap baik dari infrastruktur, peralatan, SDM, dan peserta.

“Acara ini sengaja dikemas secara menyenangkan dan edukatif agar mampu meyakinkan para pengajar dan pelajar, bahwa UNBK adalah UN yang lebih praktis, efektif sehingga tak perlu dikhawatirkan,” jelas Wahyuddin, Deputy GM Telkom Indonesia  Wilayah Telekomunikasi Bandung.

Di Bandung Lautan Digital, Axioo bersama Telkom juga melakukan penanda tanganan komitmen kerja sama untuk pengentasan pengangguran di wilayah Jawa Barat lewat pendidikan berbasis teknologi digital. Piagam di tanda tangani oleh Timmy Theopelus selaku direktur Axioo Class Program dari  Axioo Indonesia dan  Suparwiyanto selaku Executive Vice President Telkom Regional 3 Jawa Barat.