ArenaLTE.com – Merek Esia yang dulu berkibar sebagai operator CDMA kini tertatih-tatih untuk mencoba bertahan. Bakrie Telecom resmi menutup layanan selulernya di sejumlah kota dan hanya menyisakan di Jakarta, Jawa Barat dan Banten sebagai penyedia jasa saja. Mereka pun akan menggelar layanan 4G LTE lewat jalur MVNO (Mobile Virtual Network Operator) dan menjual bisnis digital Esiatalk. Selain itu, perusahaan dengan kode BTEL ini juga ingin merambah sektor binis Triple Play.

Hal ini tertuang dalam Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang telah dilakukan PT Bakrie Telecom. Di antaranya adalah menelurkan kesepakatan pengangkatan direktur baru dengan menunjuk Mark Robson dan Andi Pravidia. Manajemen mempercayai bahwa manajemen baru ini akan bisa memperbaiki struktur permodalan dan kinerja perusahaan, bahkan pada bisnis baru yang kini digeluti BTEL dengan merambah pada sektor bisnis Triple Pay.
Baca juga: BTEL Akan Luncurkan Layanan 4G LTE dengan Merek Baru

logo-esia

Triple Pay adalah layanan yang diberikan operator telekomunikasi bagi pelanggan rumah berupa langganan TV kabel, telepon rumah, dan akses internet. Adopsi jaringan 4G LTE yang dilakukan oleh banyak operator Tanah Air, serta perolehan lisensi seluler jasa teleponi dasar, maka BTEL secara bertahap mengurangi layanan bisnis Fixed Wireless Access (FWA) CDMA dan akan mengembangkan bisnis telekomunikasi seluler berbasis 4G LTE pada saat yang tepat.

“Kami melihat ada kebutuhan besar dalam mensinergikan telekomunikasi, internet, & media. Karenanya dengan lisensi MVNO, jaringan FO yang lebih dari 100,000 homepass yang dimiliki BTEL, kemampuan & pengalaman bertransformasi, serta adanya bisnis aplikasi dengan EsiaTalk yg semakin berkembang, beserta potensi LTE kedepan kami merencanakan untuk turut memberikan sumbangsih kepada kemajuan bangsa dengan melalui solusi triple play,” jelas Taufan E Rotorasiko, Wakil Direktur Utama dan CEO BTEL.

Menurutnya, layanan triple play adalah salah satu dari langkah ekspansi Bakrie Telecom kedepan dan akan menjadi Pilar pengembangan bisnis digital Bakrie Telecom Tbk. Perusahaan akan memulai layanan Triple Play Bakrie Telecom dengan memberdayakan lebih 100.000 homepass yang telah dimiliki sebagai basis memberikan layanan Triple Play kepada 3.000 pelanggan.

Tak hanya fokus pada bisnis Triple Pay, aplikasi seperti esia talk kabarnya juga akan dikembangkan lebih besar yang diungkapkan akan menjadi driver ekspansi Bakrie Telecom kedepan. Pasalnya, aplikasi tersebut diklaim telah memiliki perkembangan positif, dalam database perusahaan tercatat ada sebanyak 300 ribu pengguna aplikasi platform lokal ini.

“Kami ingin bekerjasama dengan berbagai perusahaan penyedia layanan teknologi, telekomunikasi, & media dalam memberikan nilai lebih kepada pelanggan, pemegang saham, karyawan, para mitra serta seluruh stakeholder BTEL. Dengan bergabungnya Mark Robson yang sudah berkecimpung lama dalam bisnis triple play di manca negara serta Indonesia serta Andi Pravidia di tim manajemen, kami meyakini visi kami tersebut bisa tercapai” ungkap Taufan.

Pada RUPSLB tersebut  Bakrie Telecom juga menerbitkan saham baru di harga Rp.200 melalui Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Hasil dari penerbitan saham tersebut digunakan untuk pembayaran hutang sebesar Rp7,6 T. Hal ini merupakan implementasi Perjanjian Perdamaian antara BTEL dan para krediturnya yang disepakati pada tanggal 8 Desember 2014 lalu.