ArenaLTE.com – Beberapa tahun silam, nama Bakrie Telecom (BTEL) cukup populer dengan merek Esia sebagai operator CDMA terkemuka dengan lisensi sebagai pemain layanan sambungan telepon tetap tanpa kabel atau fixed wireless access (FWA). Namun, performa perusahaan tersebut kian melempem. Sampai terjadi pengalihan frekuensi dari BTEL  ke Smartfren dengan melakukan pembayaran BHP frekuensi senilai Rp 200 miliar.

Kemudian pada April 2015 lalu, Bakrie Telecom mendapatkan izin sebagai penyelenggara jasa seluler. Dalam praktiknya, Bakrie akan bersinergi menggunakan jaringan yang saat ini telah dikelola oleh Smartfren.

Berkat ijin seluler tersebut, memungkinkan pelanggan Bakrie Telecom menggunakan nomornya di mana pun berada di wilayah Indonesia, dan tidak lagi tergantung kode area seperti dulu. Dengan adanya lisensi itu juga, Bakrie Telecom berencana meluncurkan layanan seluler dengan teknologi 4G LTE.

Jajaran direksi Bakrie Telecom
Jajaran direksi Bakrie Telecom

“Menurut rencana, pada tahun depan kami akan meluncurkan layanan 4G LTE dengan merek baru, bekerja sama dengan penyelenggara jaringan yang lain,” kata Jastiro Abi, Direktur Utama BTEL dalam siaran pers yang diterima ArenaLTE.com.

Jastiro mengungkapkan untuk menjawab tantangan di Era digital seperti saat ini, selain akan menggelar layanan 4G LTE, Bakrie Telecom juga akan fokus dalam pengembangan bisnis digital. Salah satu yang dilakukan terkait hal tersebut adalah dengan meluncurkan aplikasi ESIAtalk. Aplikasi karya anak bangsa ini berani tampil ke depan dan siap bertarung di tengah gempuran aplikasi mobile bawaan pengembang asing.