ArenaLTE.com – Indonesia merupakan negara dengan pasar game dan populasi penduduk terbesar di Asia Tenggara. Tingkat pertumbuhan pendapatan pasar mobile game di Indonesia tahun lalu mencapai 120% atau yang terpesat di Asia Tenggara, hal ini menunjukkan betapa pasar mobile game di Indonesia masih terbuka luas bagi semua pemain, baik bagi para pengembang game lokal maupun perusahaan-perusahaan asing.

Melihat potensi tersebut, China-ASEAN Mobile Internet Industry Alliance (CAMIA) bekerjasama dengan Baidu Indonesia memprakarsai sebuah konferensi akbar yang mempertemukan para praktisi industri mobile game di Tiongkok dan Indonesia. Konferensi yang bernama China-Indonesia Mobile Game Conference ini akan dihelat di Indonesia, yakni pada tanggal 26 Agustus 2015 di Century Park Hotel Jakarta.

CAMIA didirikan pada tahun 2014 atas prakarsa Pemerintah Tiongkok dengan para pemimpin bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai negara ASEAN, dengan tujuan untuk mengembangkan industri mobile internet di Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Sebelum menggelar konferensi di Indonesia, CAMIA telah mengadakan beberapa kegiatan serupa, seperti China-Thailand Matchmaking on Mobile Games and Mobile Applications di Bangkok, Thailand, pada Juli tahun lalu.

China-Indonesia Mobile Game Conference Kolaborasi CAMIA dan Baidu Indonesia

Juliana Lee, Asisten Sekretaris Jenderal CAMIA melalui pesan tertulis yang diterima redaksi ArenaLTE.com mengungkapkan bahwa potensi industri mobile game di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, sangat besar. Melalui ajang ini diharapkan dapat menjadi channel komunikasi bagi para pemain di industri ini untuk saling berbagi informasi dan saling membantu para pelaku industri terkait untuk berkembang lebih besar lagi.

Antusiasme yang tinggi juga diungkapkan oleh Bao Jianlei selaku Director Baidu Indonesia. “China-Indonesia Mobile Game Conference sejalan dengan misi Baidu untuk turut mengembangkan ekosistem mobile internet, termasuk industri mobile game di Indonesia,” ungkapnya. Baidu Indonesia juga akan memaparkan hasil risetnya mengenai kebiasaan para pengguna mobile di Indonesia, yang dapat menjadi referensi berharga bagi para pengembang game dan aplikasi mobile.

Di Indonesia, sejak Februari 2014 Baidu telah menghadirkan MoboMarket sebagai toko aplikasi yang dapat digunakan oleh para developer untuk mendistribusikan games mereka sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat Indonesia. Hingga akhir Juni 2015, MoboMarket telah menyediakan lebih dari 500.000 koleksi aplikasi, di mana lebih dari 1.000 di antaranya merupakan aplikasi lokal. Dengan lebih dari 10 juta kali unduhan dan 4 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users) di Indonesia, MoboMarket telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 250 pengembang aplikasi lokal. Baidu juga membangun developer platform untuk memudahkan para pengembang aplikasi lokal yang ingin bergabung dengan MoboMarket. (bda)

Comments