ArenaLTE.com – Perusahaan keamanan perangkat lunak yang berbasis di Jerman, G Data, mengungkapkan bahwa selama 2015 setiap 11 detik muncul jenis malware baru Android dan ditotal hingga akhir tahun terdapat 2.333.777 malware. Jumlah tersebut meningkat 50% lebih banyak jika dibanding pada 2014 yang hanya sekiran 1.548.129.

Seperti dilansir dari laman News Softpedia, dalam catatan perusahaan G Data pada kuartal-IV 2015 tercatat bahwa peningkatan malware sangat signifikan. Bahkan, dalam laporan tersebut juga diungkapkan ada sekira 758.133 terdeteksi sebagai jenis malware baru, meningkat jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang diprediksi sekira 32%.

Dalam laporan yang disebarkan perusahan, menyatakan bahwa pasar Android masih sangat luas dan cukup tinggi. Bahkan, peningkatan tersebut adalah karena fungsi perangkat yang sudah mulai cukup peting bagi pengguna, tak jarang perangkat mobile digunakan untuk mengolah laporan keuangan dan perbankan yang digunakan perusahaan.

malware g data

Sebagaian penjahat cyber memang mengincar dan termotivasi untuk meraih keuntungan finansial, mereka cenderung lebih memilih pengguna yang beraktivitas dalam keuangan. Sehingga banyak perangkat lunak jahat yang dikembangkan untuk menyusup pengguna Android tersebut.

Meningkatnya malware jahat ini memang bukan hanya diungkapkan oleh G Data saja, laporan sejenis juga telah banyak diungkapkan oleh perusahaan keamanan perangkat lunak lainnya. Bahkan, dalam satu bulan terakhir banyak para peneliti keamaanan, telah menemukan malware Android dengan sistem serangan yang kompleks terutama untuk mencuri informasi keuangan.

Beberapa malware yang dianggap paling berbahaya adalah Accecard, Xbot, Mazar Bot, dan Asacub. Keluarga besar dari perangkat lunak ini, memiliki sistem serangan yang menggabungkan fitur trojan perbankan, pencurian informasi, bahkan hingga ransomeware.

Para peneliti G Data mengimbau bahwa para pengguna Android sebaiknya memasang dan meningkatkan sistem pertahanan perangkat, terutama untuk perangkat mobile yang mengusung Internet of Thing (IOT). Banyak perangkat saat ini sudah terhubung dengan internet, dan tak sedikit dari pengguna yang menyimpan informasi penting dan sensitif dan dikelola melalui aplikasi mobile.

Menargetkan kelemahan perangkat melalui aplikasi seluler, bisa sangat membantu para hacker untuk masuk perangkat bahkan termasuk ke jaringan IOT. Sehingga sistem infeksi malmare bisa masuk dan melemahkan apapun, bahkan memodifikasi firmware dengan seikit komponen bootkit.