ArenaLTE.com – Setelah setahun lalu mengkuisisi Beats Music senilai US$3 miliar, ada pengumuman yang mengejutkan, bahwa Apple berencana akan menutup layanan ini pada 30 November mendatang. Sebagai konsukuensi, semua langganan Beats Music akan dibatalkan pada tanggal tersebut.

Sebagai penggantinya, perusahaan yang berbasis Cupertino ini akan  mendorong pengguna untuk beralih ke Apple Music. Dikutip dari GSMarena.com, pihak Apple akan memberikan preferensi terbaru mereka ke layanan musik berbasis streaming. Di Apple Music, pengguna akan mendapat rekomendasi musik yang disukai secara lebih baik, radio global 24 jam dengan Beats 1, konten menarik dari musisi favorit

Beats Music sebelumnya dimiliki oleh penyanyi rap Dr. Dre, akuisisi yang dilakukan pada tahun 2014 awalnya diharapkan dapat menggenjot perusahaan dalam bisnis musik online.  Tapi pada kenyataan, Beats Music kesulitan meraih banyak pengguna dan sempat dianggap gagal bersaing dengan aplikasi Spotify yang dirilis pada tahun 2006, memiliki lebih dari 10 juta pengguna pada kuartal kedua 2014.

Sementara CEO Apple Tim Cook, pada bulan lalu mengumumkan bahwa pengguna Apple Music sudah mencapai 15 juta. Dimana 6,5 juta pengguna sudah mengaktifkan layanan berbayar, sementara 8,5 jutanya masih dalam layanan trial gratis.

Besar kemungkinan langkah penutupan Beats Music sebagai bagian dari strategi jangka panjang Apple untuk memperkuat ekosistemnya di Apple Music yang telah kuat secara portofolio, bahkan Apple Music telah hadir dalam versi beta di Android.
Baca juga: Inilah Fitur yang Ditawarkan Apple Music untuk Pengguna Android

Berdasarkan sejarahnya, Beats Music sempat jadi fitur andalan pada smartphone HTC. Sayangnya, kolaborasi HTC dan Beats itu nampaknya tidak terlalu berbuah manis. Teknologi Beats dinilai tidak memberi nilai tambah terhadap ponsel-ponsel HTC. HTC memutuskan mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi 25 persen di Beats pada tahun 2012. Dan barulah pada 28 Mei 2014, Apple mengumumkan secara resmi rencananya mengakuisisi Beats. Raksasa teknologi ini harus mengeluarkan dana 3 miliar dollar AS, dengan rincian US$2,6 miliar berbentuk tunai dan US$400 juta dalam bentuk saham.