ArenaLTE.com – India memang rajin membuat gebrakan untuk kemudahan public service warganya. Sampai urusan buang hajat pun turut dicermati dengan kandungan teknologi. Tak heran karena banyak warga di sana yang masih gemar buang hajat sembarangan. Adalah Greater Chennai Corporation dan Eram Scientific Solutions (ESS) yang belum lama ini telah meluncurkan aplikasi eToilet di smartphone untuk kemudahan bagi warga kota Chennai menemukan lokasi toilet umum.

Seperti dikutip dari Ubergizmo.com, ESS telah menyediakan 183 toilet yang terintegrasi dengan aplikasi eToilet di berbagai zona kota. Seperti wilayah Manali, Royapuram, Thiru-Vi-Ka Nagar, Anna Nagar, Teynampet, Kodambakkam, Adyar dan Perungudi. 110 di antaranya merupakan eToilet yang terpasang area terbuka publik.

eToilet

Baca juga: Nelayan Madura Mulai Manfaatkan Aplikasi mFish untuk Menangkap Ikan

Di dalam aplikasi eToilet, pengguna akan diarahkan bagaimana cara menggunakan aplikasi dan penggunan rincian penggunaan data. Tidak itu saja, ada informasi status kesehatan lingkungan, kondisi air di toilet, yang kesemuanya disajikan secara real time.

K Anvar Sadath, CEO, Eram Scientific Solutions Private Ltd mengatakan, pengguna smartphone Android sudah dapat mengunduh gratis aplikasi ini di Google Play Store. “Ide pembuatan e-toilet adalah menyajikan akses toilet bagi masyarakat luas, dan tentunya menghentikan kebiasaan buang air besar di tempat terbuka,” ujar Sadath.

Aplikasi eToilet juga dapat memberikan informasi fasilitas yang terkait dukungan buah hajat, seperti mesin penjual serbet dan incinerator. Antar pengguna eToilet juga dapat saling memberi umpan balik, berikut share gambar/foto. Warga juga dapat memberi saran lokasi-lokasi baru untuk dipasang e-toilet.

Survei dari Sarvekshan survey by Quality Council of India, menyebut Chennai masuk dalam peringkat ke-37 kota bersih di India. Namun hanya 19 persen yang menyebut tersedianya toilet umum di radius 500 meter di dalam kota. Minimnya perawatan dan kurangnya kebersihan warga, membuat spot-spot toilet umum terus menurun, pada tahun 2012 direncanakan dibangun 5.000 toilet umum, tapi faktanya pada tahun 2014 hanya ada 348 toilet umum yang beroperasi.