ArenaLTE.com – Daniel Chan seorang Analis Capital Scotia menyarankan bahwa BlackBerry harus benar-benar meninggalkan sistem operasi milik mereka selama ini (BlackBerry 10 OS). Hal itu diungkapkan menjelang perusahaan asal Kanada ini membuat laporan laba kuartal perusahaan. Selain disarankan meninggalkan OS tersebut, perusahaan juga diharapkan bisa segera ‘move-on’ dengan menghadirkan BlackBerry Android.

Sebagaimana dilansir dari laman Financial Post, Jumat (25/9/2015), menurut Daniel Chan, perusahaan teknologi BlackBerry sebaiknya mendukung platform Android dari Google Inc. Sehingga ekosistem tersebut terbentuk kembali dan menjadi pilihan bijak bagi perusahaan.

Analis asal Scotia ini juga mengungkapkan bahwa jika perusahaan beralih ke Android, maka target atas pencapaian untuk bisa menjual 10 juta handset per tahun akan tercapai. BlackBerry juga disarankan untuk membuang OS BB 10, karena hal itu akan memberikan penghematan sekiranya USD266 juta per tahun dan pengurangan karyawan pada divisi R & D sebesar 1.400 karyawan.

“BlackBerry 10 memang telah menjadi platform mobile dengan teknologi tinggi. Namun gagal untuk menghasilkan pemulihan kondisi perusahaan dan malah tercatat sebagai sumber utama kerugian bagi BlackBerry,” tulis Daniel Chan, dalam situs Phone Arena.

Meninggalkan OS BlackBerry 10 dan beralih ke OS Android, menurut Daniel memungkinkan ponsel BlackBerry secara penuh menjalankan beragam aplikasi Android secara penuh. Risiko atas perpindahan ini dianggap cukup kecil, namun bisa memberikan keuntungan lebih kepada perusahaan meski pemindah tanganan akan memerlukan adaptasi bagi pelanggan, pemerintah dan perusahaan.

Daniel Chan juga menyebutkan bahwa BlackBerry Android bisa bermitra dengan Samsung, dan yang terakhir Knox sandbox. Namun, kemungkinan memang perusahaan tidak bisa melakukan hal itu sepenuhnya, tetapi diharapkan bisa melakukan secara bertahap.

Sejak dinakhodai oleh Jhon Chen, BlackBerry melakukan strategi perusahaan dengan lebih fokus mengembangkan perangkat lunak di segmen bisnis. Namun sayang, hingga masuk kuartal terakhir 2015 ini perusahaan belum bisa menunjukkan perihal perkembangan bisnis, dan hal tersebut justru membuat kemunduran yang cukup besar.