ArenaLTE.com – Ada sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan dari Nokia Threat Intelligence Lab, bahwa disebutkan 78 persen dari smartphone yang beredar di seluruh dunia telah terindikasi terkena serangan malware. Tren kenaikan serangan malware pun mengalami lonjakan tajam pada semester pertama tahun ini. Infeksi malware smartphone pada bulan Januari – Juli 2016 melonjak dua kali lipat antara bulan Januari – Juli 2016.

Pernyataan diatas terangkum dalam Nokia Threat Intelligence Report – H1 2016, sebuah laporan yang diterbitkan dua kali per tahun yang mengkaji tren umum dan statistik seputar serangan malware pada perangkat yang terhubung melalui jaringan bergerak dan tetap.

Menurut laporan yang dirilis pada 1 September lalu, tingkat serangan malware memukul paling keras pada bulan April. Dengan tren infeksi mencolok hingga 1,06 persen dari semua smartphone yang dilacak.

pengguna internetDisebutkan juga perangkat berbasis sistem operasi Android adalah platform yang paling terdampak dari serangan malware. Android menempati porsi 74 persen dari semua smartphone yang terinfeksi. Nokia Threat Intelligence Lab dalam rilisnya juga melaporkan munculnya jenis malware baru yang lebih sulit dideteksi dan dihapus.

Kevin McNamee, head of the Nokia Threat Intelligence Lab mengatakan, “Hacker saat ini menyerang pada sasaran yang lebih luas, mencakup aplikasi dan platform, bahkan mobile game dan perangkat IoT (Intenet of Things) menjadi sasaran serangan malware. Solusi ini menangani malware yang terbaik dengan mengembangkan sistem deteksi dan pencegahan pada aktivitas malware yang berpotensi disusupi.”

Yang patut dicermati dalam Nokia Threat Intelligence Report, disebutkan proses infeksi malware pada smartphone umumnya berlangsung dalam waktu satu jam. Meski Android mendominasi sebagai korban dari serangan malware, sistem operasi lain juga tak lepas dari serangan. Sebut saja Windows PC (22 persen) dan iOS (4 persen). Tiga aplikasi teratas yang berperan besar menyebar malware adalah Uapush.A, Kasandra.B and SMSTracker.

Secara keseluruhan Nokia Threat Intelligence Lab dalam risetnya mengumpulkan data lewat solusi Nokia NetGuard Endpoint Security. Riset seputar malware ini diambil dengan memantau lebih dari 100 juta perangkat di seluruh dunia. Adapun perangkat yang dimaksud mencakup smartphone, tablet, laptop, dan penunjang IoT.