ArenaLTE.com Internet of Things (IoT) masih terbilang baru, terlebih dalam adaptasinya ketika harus bersinggungan dengan peran operator seluler. Maklum, dari sisi operator seluler guna mengadaptasi kebutuhan IoT diperlukan investasi dan timeline development. Sebuah laporan terbaru dari Telecoms.com Intelligence memberi gambaran yang mengejutkan, disebutkan bahwa hampir dua dari tiga operator seluler tidak memiliki kesiapan infrastruktur jaringan yang memadai untuk dukung IoT

Telecoms.com Intelligence menghimpun jejak pendapat dari 900 tenaga profesional di bidang IT dan jaringan. Dan lewat kajian yang mendalam pada kondisi industri saat ini dan tren IoT kedepan, dalam laporan 25 halaman disebutkan bila operator seluler sebagian besar tidak cukup siap mendukung peran IoT.

Ketidaksiapan operator seluler lebih pada elemen infrastruktur akses jaringan radio. Sebagian besar koneksi operator seluler tentu mengacu kepada RAN (Radio Access Network). Meski dalam laporam tersebut diseut juga tren IoT mengalami pertumbuhan pesat dalam dua belas bulan terakhir.

Selain masalah di akses radio, elemen lain seperti keamanan pada jaringan juga menjadi perhatian tersendiri. Dua pertiga responden menyebut, operator seluler punya kerentatan pada adopsi keamanan IoT, mengingat banyaknya akses untuk menghunungkan ke berbagai perangkat dimana-mana.

ilustrasi-bts

IoT memang punya kerentanan pada urusan keamanan, yakni menghadirkan risiko keamanan yang jauh lebih tinggi. IoT juga bisa menjadi mimpi buruk, dengan segala sesuatu yang terhubung secara global dan tersimpan di dalamnya, satu celah keamanan saja mampu membuat seluruh data di dalamnya ikut dicuri dan dirusak. Alhasil IoT dipastikan membawa bencana dengan efek domino. Ini karena IoT menempatkan lebih banyak informasi dan kegiatan ke jaringan daring (online).

Oleh karena itu, inspeksi berbasis jaringan menjadi satu-satunya pilihan di masa depan bagi IoT. Setiap jaringan akan membutuhkan alat keamanan yang cukup cerdas untuk memeriksa kode secara mendalam yang dibuat bagi platform yang tidak tradisional ini. Kami menyebutnya sebagai inspeksi agnostik platform, dan merupakan cara terbaik untuk dikembangkan bersama dengan IoT. Untuk setiap permintaan data, alat ini harus mampu untuk memastikan tiga informasi penting – siapa penggunanya, ke mana ia pergi dan data apa yang dibutuhkan.