ArenaLTE.com –  Smartfren menggelar jaringan generasi keempat 4G LTE di pita frekuensi 850 dan 2.300 MHz, yang akan segera dikomersialkan pada kuartal-II 2015 ini. Perusahaan menegaskan adopsi 4G LTE tidak akan berpengaruh terhadap perubahan biaya dan tidak akan ada kenaikan terhadap pengguna mengenai  tarif internet Smartfren.

“Tidak ada planning kenaikan maupun perubahan tarif internet Smartfren nanti. Investasi kita cukup besar jadi kita tahu harus menyediakan sarana tersebut dahulu. Butuh waktu, bisa diistilahkan dengan pembangunan hotel jadi kita akan bangun hotel dulu, sehingga nantinya orang-orang bisa masuk dan itu yang dilakukan Smartfren bagaimana menambah subscriber. Kami tidak terburu-buru bermain harga karena melihat ekonomi yang ada saat ini,” ungkap Roberto Saputra, disela acara Diskusi Ekonomi Kreatif Indonesia Convention Exhibiton (ICE), Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2015).

Dirinya juga menjelaskan, Smartfren memang nantinya akan menjadi operator paling terakhir yang mengkomersilkan layanan 4G LTE. Karena sebelumnya beberapa operator sudah melakukan hal tersebut terlebih dahulu secara bersamaan.

“Operator yang belum launching cuma smartfren aja. Komersial nanti Cuma kita saja, karena operator lain sudah lebih dahulu bahkan berbarengan. Tujuannya adalah karena kita ingin trial dahulu, melakukan beta test dan mendapatkan masukkan yang seperti apa jadi ada tindak lanjutnya,” tambah Roberto.

Dirinya berharap,  jelang ujicoba jaringan trial 4G LTE yang dilakukan Smartfren saat ini, dapat masukan banyak dari pengguna maupun media mengenai titik-titik bermasalah. Sehingga, saat rilis komersial bisa dilakukan perbaikan sebelum peresmian komersial nanti. Smartfren menargetkan Networks mampu coverage banyak area dan tidak berfokus di satu titik saja.

Roberto juga menjelaskan bahwa Smartfren akan targetkan pembangunan minimum jaringan 4G nanti akan sama dengan BTS CDMA, sehingga bisa menyeimbangi dan memenuhi coverage yang ada. “Saat ini base tranceiver stadion (BTS) tersebut ada sekira 6.000 BTS untuk nasional. Dengan target aktivasi 4G dari Andromax bisa mencapai 1,5 juta hingga akhir 2015 ini,” jelas Roberto.

Dirinya juga menambahkan, Smarfren memiliki strategi sendiri untuk meningkatkan pengguna layanan 4G LTE miliknya, bukan hanya sekedar tidak menaikkan tarif internet. Roberto menjelaskan bahwa pemberian value added service harus ditingkatkan, karena itu menjadi nilai besar bagi operator meski tidak sekedar bermain harga. (bda)