ArenaLTE.com – Google Voice Search kini semakin canggih, salah satunya Google menjanjikan voice search dapat menangkap suara pengguna dalam lingkungan yang bising (noise reduction). Kemampuan tersebut berlanjut ke tahapan analisis yang dilakukan secara real time. Segala kecanggihan ini sudah barang tentu tak lepas dari adopsi perangkat lunak yang mampu memprediksi fonem lebih cepat dan responsif.

Ada serangkaian proses yang harus dilalui mulai dari pengguna mengucapkan kata/kalimat kunci hingga Google Voice Search menampilkan hasil pencarian. Proses pertama yaitu pengguna mengucapkan kata/kalimat pada aplikasi Google Voice Search. Kemudian contoh suara tersebut akan  di-stream dan ditangkap  oleh mesin pencari Google. Selanjutnya contoh  suara tersebut akan diproses secara cloud computing.

Proses pertama yaitu suara akan dianalisa, jadi jika ada jeda maka itu akan dipotong, dan Google hanya mengambil yang suara ada katanya. Proses selanjutnya yaitu Google akan mengenali kata – kata apa saja yang terkandung dalam contoh suara yang ditangkap. Lalu Google juga akan mengenali intonasi dan ekspersi dari contoh suara tersebut.

Selain itu, model akustik memanfaatkan umpan balik untuk membedakan antara huruf terdengar serupa. Sebagai contoh, kata “museum” ini dipecah menjadi / mjuzi @ m / dalam notasi fonetik dan biasanya suara yang dibuat oleh “j” dan “u” akan sulit untuk dipisahkan. Tapi dengan loop umpan balik, software mengambil semua huruf dan suara sekaligus, seperti kata itu sendiri dikatakan dalam satu napas.

Google Voice Search sudah mengenali Bahasa Indonesia. Saat ini Google Voice Search dapat dinikmati di tiga platform besar, iOS, Android, dan BlackBerry. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan pengembangan aplikasi Voice Search untuk platform lain.