ArenaLTE.com – Adu kuat soal kemampuan kabel bawah laut kini serasa jadi jargon andalan bagi provider dan vendor untuk memperkuat image layanan. Setelah Facebook dan Microsoft mengumumkan dimulainya konstruksi kabel bawah laut Trans Atlantic yang akan menghubungkan wilayah Virginia di Amerika Serikat dan Spanyol, maka pihak Google pun tak tinggal diam. Perusahaan raksasa serba ada dari Amerika Serikat ini juga mengumumkan penggelaran kabel bawah laut.

Berbeda dengan Trans Atlantic yang digagas Facebook dan Microsoft, Google memilih rute lain untuk submarine cable, yaitu Trans Pacific dengan mengubungkan titik di kota Oregon, AS ke dua lokasi di Jepang, yaitu Prefecture Chiba di sebelah timur Tokyo dan Mie Prefecture di sebelah selatan Jepang. Seperti dikutip dari Gizmag.com, proyek kabel bawah laut ini dibangun oleh NEC, solusi yang diberi label FASTER cable ini menghubungkan antara Pantai Barat AS ke daratan Jepang dengan kecepatan 60 Tbps (Terrabits per detik). Jenis kabelnya mengusung teknologi fiber optic enam pair untuk mendukung bandwidth internet di Asia Pasifik.

Kabel bawah laut ini akan membentang sepanjang 9.000 km (5.592 mil). Menurut Urs Hölzle, senior vice president for technical infrastructure Google menyebutkan bahwa kapasitas kabel laut yang akan ditanamum punya kapasitas yang sangat besaradalah “Teknologi yang kami gelar 10 juta kali lebih cepat dari modem kabel yang Anda gunakan,” ujar Urs Hölzle.

Nantinya repeater akan terintegrasi ke kabel pertama setiap 60 km dan kembali ke energi 100 warna cahaya yang berbeda yang dikirimkan lewat berbagai frekuensi. Pengiriman beberapa warna/frekuensi di serat yang sama adalah teknologi yang dikenal sebagai dense wavelength division multiplexing dan dapat membantu meningkatkan bandwidth.

Proyek ini sejatinya sudah digagas sejak Agustus 2014, pengusung awalnya bukan Cuma Google, tapi berupa konsorsium beberapa perusahaan besar, sebut saja ada China Mobile International, China Telecom Global, Global Transit, Google, KDDI dan Singtel. Konsorsium ini ingin mendorong FASTER cable agar bisa lekas di implementasi untuk memberikan dorongan bandwidth untuk backbone internet di sepanjang Pantai Barat AS ke Asia.

“Penyelesaian sistem FASTER cable akan menyediakan kapasitas untuk mendukung akses komunikasi data empat kali lipat dalam permintaan lalu lintas broadband antara Asia dan Amerika Utara,” kata Ooi Seng Keat, vice president of carrier services for Singtel. Mengingat sebagian besar yang terlibat adalah operator telekomunikasi, maka perkuatan kapasitas ini dipastikan untuk menunjang kebutuhan layanan mobile broadband, sebut saja 4G LTE (Long Term Evolution).