ArenaLTE.com – Dalam laporan terbarunya, Ericsson menggaris bawahi bahwa lalu lintas mobile data hampir berlipat ganda di Asia Tenggara & Oceania pada 2015. Laporan yang terangkum dalam Ericsson Mobility Report & South East Asia and Oceania Report tersebut juga mengungkap bahwa penetrasi pelanggan mobile broadband di Indonesia hampir mencapai 60%.

Dengan ledakan yang luar biasa pada konten video di internet, terdapat peningkatan yang tajam pada tontonan video stream, terutama di kalangan anak muda. Remaja merupakan generasi native streaming yang mengindikasikan adanya pergeseran besar dalam tingkah laku. Tak heran jika di Indonesia, YouTube merupakan aplikasi yang paling banyak diakses pengguna di Tanah Air.

Thomas Jul, Presiden Direktur Ericsson Indonesia mengatakan Indonesia memiliki jumlah pelanggan smartphone tertinggi di Asia Tenggara dan Oceania yang tercatat hampir 100 juta di 2015. Pengguna diprediksi tumbuh menjadi lebih dari 250 juta juta pada akhir 2021. “Dengan peningkatan lebih dari 150 juta nomor langganan smartphone antara 2015 dan 2021, penting bagi operator untuk terus mengoptimalkan performa jaringan yang fleksibel untuk menghadapi pengembangan yang luar biasa ini,” ujar Jul.

Menurutnya, dampak dari aspek-aspek lainnya seperti throughput, spectrum dan latency merupakan hal yang fundamental bagi suksesnya jaringan masa depan. Terlebih permintaan untuk kapasitas yang lebih besar dan kecepatan data tertinggi merupakan dua dari banyak faktor yang mempengaruhi performa jaringan pada teknologi-teknologi akses tanpa kabel.