Siapa bilang penduduk di wilayah gurun pasir tidak ingin koneksi data yang cepat? Pertengahan Juni 2015 Ericsson memenangkan kontrak layanan multi-negara yang dikelola Smile Communications. Perjanjian lima tahun ini akan menjadi kontrak LTE 4G pertama yang dikelola Ericsson di wilayah Sub-Sahara Afrika.

Sesuai kontrak, Ericsson akan menawarkan layanan yang komprehensif yang terdiri dari optimalisasi dan jaringan operasi untuk memperkuat jaringan LTE Smile di Uganda, Nigeria, Tanzania dan Republik Demokratik Kongo. Vendor Swedia ini terpilih karena memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam mengelola jaringan multi-teknologi di Tanzania, Uganda dan Kongo.

Dengan munculnya pasar Smartphone dan penggunaan mobile broadband, permintaan pengguna untuk kecepatan, cakupan wilayah dan kualitas telah meningkat berkali-kali lipat. Selanjutnya, untuk mempertahankan kinerja yang unggul dengan meningkatnya lalu lintas, ada juga kebutuhan terus menerus untuk tuning jaringan dan optimasi.

Fredrik Jejdling, Presiden Ericsson sub-Sahara Afrika mengatakan,”Membawa keahlian kami sebagai pemimpin HSPA dan LTE global, kemitraan ini memungkinkan Smile Communications untuk lebih fokus memberikan produk dan layanan unggulan yang memenuhi kebutuhan pelanggan, pada saat yang sama meningkatkan efisiensi operasional. ”

Ericsson, menjadi salah satu penyedia layanan telekomunikasi terkemuka. Meski memiliki kompetitor kuat dari negeri Tiongkok seperti Huawei dan ZTE, vendor telekomunikasi asal Swedia ini banyak diminati kalangan operator untuk memperluas jangkauan, kecepatan dan cakupan jaringan.