ArenaLTE.com – Maraknya toko online yang ada di Tanah Air, menjadikan bisnis ponsel di toko ponsel tradisional Lesu. Seperti halnya, di area pasar toko ponsel Roxy Mas yang kini terlihat sepi, bahkan hingga pukul 11.00 WIB ini masih belum banyak toko yang buka dan sepi pengunjung.

“Biasanya saya memang datang di hari kerja dan waktu belum ada event khusus, jadi memanfaatkan waktu luang. Tapi, dahulu gak sesepi ini juga, bahkan jam 10an juga sudah buka dan sedikit ramai. Sekarang sepinya lebih terasa, malah banyak toko aksesori dibanding jual ponsel,” jelas Eka, pengunjung toko ponsel ITC Roxy Mas, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Pemantauan redaksi di lapangan, memang beberapa blok di area toko ponsel ITC Roxy Mas telah banyak diisi oleh toko aksesori saja. Terutama di lantai 1 yang telah banyak diisi oleh toko aksesori, hal tersebut terlihat dari banyaknya bermunculan toko tersebut khusus tanpa diisi dengan produk ponsel langsung.

Beberapa waktu lalu, Lala Sopalau, Divisi Staff Customer Relation Pengelola Roxy mas, mengungkapkan bahwa saat ini ada kira-kira 800 toko di dalam gedung. “Ada kisaran 70 persen pemilik toko ponsel menjualnya untuk pembeli langsung, sedangkan 30 persennya adalah distributor yang memasarkannya ke toko-toko ponsel sekitar,” jelas Lala kepada Arena LTE.

Dirinya menambahkan bahwa toko aksesori memang lebih banyak, dibandingkan dengan toko ponsel langsung. Namun sayangnya, Lala tidak persis mengingat berapa jumlah toko aksesori yang berada di dalam gedung tersebut.

Strategi Khusus

Pihak pengelola ITC Roxy Mas memang mengakui bahwa ada waktu-waktu dimana pengunjung terkadang terlihat sepi dan ramai. Hal tersebut diklaim dikarenakan karena terkadang pada hari kerja jumlah pengunjung menurun, namun akan meningkat di hari weekend seperti Sabtu dan Minggu.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa pihak pengelola juga terkadang membuat event khusus, seperti mengadakan acara jelang akhir tahun. “Terkadang juga pihak toko atau vendor ponsel mengadakan acara di halaman utama di lobby bawah, memberikan diskon jelang akhir tahun,” jelasnya.

Hal tersebut diklaim Lala, karena masih ada orang yang datang untuk mencari toko ponsel untuk disewa. Dirinya juga menyatakan bahwa pihak pengelola menawarkan harga mencapai Rp1 miliar untuk pembelian toko ponsel, namun untuk sewa pihak gedung membanderol sekira Rp300 jutaan. (bda)