ArenaLTE.com – Layanan transportasi berbasis aplikasi yang kian tumbuh subur di Indonesia, memang seperti dua sisi mata pisau. Hal itu bisa saja menguntungkan bila dilihat dari manfaat penggunaannya. Namun cukup merepotkan ketika ingin komplain dan terjadi suatu hal tidak berkesan. Begitupun dengan Uber, perusahaan transportasi berbasis aplikasi dari Amerika ini memiliki mekanisme tersendiri untuk bisa melakukan komplain layanan kepada perusahaan.

Meski banyak yang merasa terbantu dengan kehadiran layanan transportasi tersebut, namun ada juga yang mengalami masalah. Bahkan ketika mengalami kendala tersebut, proses penyelesaian tidak semudah yang dikira. Seperti belum lama ini terjadi pada Febriani, salah satu pelanggan Uber yang bercerita kepada ArenaLTE.com. Ia menyampaikan bahwa cukup sulit untuk mengadukan permasalahannya. Kendati pasca kejadian pelanggan melakukan konfirmasi permasalahan terhadap supir Uber langsung yang ditanggapi dingin.

Berawal dari ketertarikan kode promosi yang menjanjikan pemberian potongan sebesar IDR75 ribu terhadap penggunaan layanan pertama kali. Namun karena ketidaktelitian terhadap biaya yang ada di aplikasi, membuat pengguna harus menelan pahit pembayaran yang ditaksir mencapai 10 kali lipat lebih mahal dari pembayaran resminya.

Febriani mengakui menggunakan jasa Uber dengan meminjam account dan ponsel teman yang sudah terdaftar. Karena ia tidak memiliki kartu kredit dan aplikasi yang di-download melalui ponselnya tidak memiliki fitu bayar cash seperti yang ada pada aplikasi yang terpasang pada ponsel temannya tersebut.

Proses pemesanan sendiri berawal dari wilayah perkantoran Mega Kuningan, yang ditunjukkan langsung ke arah tujuan bilangan wilayah Tangerang. Selain memasukkan arah tujuan dan awal keberangkatan, pengguna juga memasukkan kode promo untuk mendapatkan potongan biaya transportasi yang ditetapkan.

Karena pesannya lewat teman, tentu ia tidak membawa ponsel tersebut. Di sini masalahnya bermula. Dari argo yang tertera Febriani harus membayar biaya IDR290 ribu. Febri kaget dengan biaya yang cukup mahal tersebut. Rencana untuk mendapat tarif murah pupus sudah. Karena ponsel yang berisi aplikasi Uber tersebut tidak dibawa, ia tidak bisa melakukan pengecekan. Sialnya, temannya tidak bisa dihubungi pada waktu itu. Sehingga terpaksa ia harus membayar sesuai tarif yang tertera.

Malamnya, ia coba lagi menghubungi temannya dan berhasil. Setelah dicek, ternyata tarif yang harus dibayar berbeda jauh yakni hanya IDR 29 ribu. Rinciannya adalah sebenarnya total tarifnya sebesar IDR 104 ribu, setelah dikurangi IDR 75 ribu untuk kode promosi menjadi IDR 29 ribu. Kemudian Febri coba menghubungi driver Uber, namun jawabannya kurang memuaskan. Driver bilang akan coba dibantu dengan menghubungi Uber mengenai kekeliruan ini. Namun besoknya setelah dihubungi lagi, jawabannya berbeda karena driver seperti lepas tangan menyarankan kepada pelanggan untuk langsung menghubungi Uber.

Redaksi mencoba menghubungi humas dari Uber Indonesia mengenai suatu permasalahan yang dialami pelanggan. Disebutkan, untuk menyelesaikan masalah dan melaporkan pengaduannya, ada mekanisme yang harus dilakukan pelanggan.

Bagi para pengguna jasa Uber, bila melakukan permasalahan yang tidak menyenangkan atau menggangu dari para supir Uber yang ‘nakal’ bisa melaporkan langsung perkara ke email : support.jakarta@uber.com .

“Untuk pelanggan bisa terlebih dahulu melaporkannya melalui email tersebut, 1×24 Jam email akan dilakukan konfirmasi. Namun, bila kerugian yang dialami pelanggan karena tarif pembayaran cash maka akan diganti langsung ke dana akun pengguna, sehingga bukan uang kontan yang dikirim,” jelas Gia, Humas Uber Indonesia, saat dihubungi redaksi ArenaLTE.com

Comments