ArenaLTE.com – Remote Working atau sistem kerja yang bisa dilakukan dirumah dengan remote perangkat, sudah menjadi hal biasa saat ini. Kemudahan dan efisiensi menjadi alasan yang kerap digunakan para pekerja untuk melakukan remote, apalagi di era konektivitas teknologi tinggi saat ini. Namun sayangnya, hal ini bisa menjadi celah bagi para hacker untuk mencuri dan mengamankan data.

Perangkat, koneksi internet, dan aplikasi adalah peralatan yang digunakan para pekerja untuk mengakomodasi remote working ini. Dengan aplikasi pula, bukan hanya perangkat berbasis desktop yang bisa dilakukan remote. Namun, melalui aplikasi perangkat mobile kini juga bisa dilakukan remote untuk beragam fungsi yang bisa dimanfaatkan penggunanya.

TeamViewer adalah salah satu aplikasi yang bisa membantu untuk melakukan remore working, tapi sayangnya aplikasi ini sekaran sudah dianggap tidak aman. Sebuah keluarga ransomeware baru ditemukan dalam Minggu terakhir, virus ini menginfeksi perangkat pengguna melalui sistem instalasi aplikasi yang kemudian bekerja dengan mengenkripsi semua data yang ada atau menguncinya.

Pada awalnya virus ini ditemukan oleh para pengguna yang mencoba menginstal aplikasi, kemudian menemukan data mereka melakukan enkripsi secara otomatis dan mengumpulkannya dalam satu file dengan ekstensi ‘.surprise’. infeksi ransomeware ini juga menjadi ramai dibincangkan dalam forum bleeping computer yang banyak mengadukan masalah dan meminta solusinya.

teamviewer

Seperti dilansir dari laman News Softpedia, menemukan banyak pengaduan dari para pengguna TeamViewer dalam forum, menanyakan cara membuka file enkripsi yang mengunci data meraka. Para pengguna menceriktakan bahwa file mereka mengunci otomatis, kemudian tidak bisa diakses atau dilakukan penambahan/ copy melalui perangkat desktop sekalipun.

Para pengguna juga menceritakan bahwa file yang terkunci, akan menginformasikan kepada pengguna untuk menghubungi seseorang di alamat email nowayout@protonmail.com dan nowayout@sigaint.org agar bisa mendapatkan atau membuka file enkripsi mereka kembali

Pesan ini kemungkinan ditulis oleh para hacker, karena mereka juga menyisipkan permintaan untuk melakukan penyetoran uang senilai USD200 atau setoran uang digital 0,5 Bitcoin. Besaran uang yang diminta para hacker pun beragam, hal ini diindikasikan dari besaran file yang dienkripsi oleh virus karena ada yang meminta setoran hingga USD10 ribu.