ArenaLTE.com – Dari data internal konsumsi data pelanggan XL Axiata, diungkapkan bahwa sebanyak 40% traffic di jaringan miliknya dipakai untuk layanan video streaming. Hal ini diungkapkan oleh Yessie D. Yosetya, Chief Service Management Officer XL Axiata, saat media update teknologi LTE Advanced LAA di Grha XL, Jakarta (6/11/2015).

“Apa yang kami pelajari setelah commercial launch 4G LTE, ternyata animo masyarakat itu cukup tinggi. Kami langsung melihat kenaikan trafik. Pada saat melihat statistik, ternyata lebih dari 40% trafik dipakai untuk streaming. Artinya penggunaan jaringan untuk video itu sangat tinggi,” ujarnya.

Yessie melanjutkan, setelah melihat data seperti itu, membuat tim berpikir kalau pihaknya dituntut untuk memberikan network yang bisa memberikan superior quality. “Kalau hanya melihat dari spektrum yang kita punya sekarang, untuk bisa memberikan broadband experience mungkin suatu saat nanti akan kurang. Jadi kami melihat masih ada lagi nggak spektrum yang bisa kita gunakan,” jelasnya.

Setelah berdiskusi dengan mitra teknologinya, Ericsson, XL kemudian berupaya untuk mengimplementasikan teknologi LTE Advanced LAA (License Assisted Access). Dijelaskan, technologi ini adalah bagian dari perkembangan LTE-A (LTE-Advanced) yang menggabungkan frekuensi yang dimiliki oleh operator yaitu licensed band 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, dengan frekuensi un-licensed di 5 GHz yang bisa digunakan bersama dengan pelayanan WiFi. “Sehingga customer bisa mendapatkan experience yang jauh lebih baik karena bandwidth yang besar,” ujarnya.
Baca: Ericsson Dipilih Tiga Operator Besar Bangun Jaringan 4G LTE di Indonesia

Uji Teknologi LTE-Advanced LAA (License Assisted Access) oleh XL dan Erisson
Uji Teknologi LTE-Advanced LAA (License Assisted Access) oleh XL dan Erisson

Secara teori, kegunaan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kecepatan menjadi lebih maksimum sampai dengan 300 Mbps dan memberikan kapasitas LTE menjadi lebih besar, yaitu dari 150 Mbps menjadi 300 Mbps. Saat diuji coba di Grha XL dengan satu perangkat protoype, diperoleh hasil download 279,5 Mbps.

Yessie menambahkan, uji coba testing dan demo ini XL lakukan antara lain dengan tujuan mempersiapkan diri secara baik dan end to end dari berbagai aspek, baik teknis, regulasi, terminal, dan aplikasi serta layanan untuk pelanggan. Pihaknya mendalami seluruh aspek untuk persiapan adopsi teknologi terbaru ini di Indonesia. Estimasinya, pada pertengahan tahun 2016 mendatang teknologi ini sudah bisa diimplementasikan. Untuk implementasi teknologi ini XL juga menunggu izin dari pemerintah.

Penerapan teknologi ini oleh XL akan berjalan seiring dengan penggelaran 4G BTS di lokasi-lokasi hotspot, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jadi, BTS 4G milik XL nantinya akan bisa menggunakan spektrum licensed (1800 MHz) dan juga sebagai tambahan akan bisa menggunakan frekuensi unlicensed 5 GHz ini.

Meski demikian, daya yang boleh dipancarkan teknologi LTE Advanced LAA ini kecil sama dengan WiFi. Sehingga cakupan tambahan kecepatan dari teknologi LTE Advanced LAA dioptimalkan untuk area hotspot saja. Sedangkan area yang lebih besar akan dilayani dengan LTE licensed band (1800 MHz).

Teknologi LTE-A LAA sendiri masih baru dalam standarisasi 3GPP. Ketersediaan BTS yang support LTE-LAA dari Ericsson seperti  RBS 6402, yang didemokan pada kesempatan kali ini, baru akan tersedia secara komersial di sekitar kuartal pertama tahun depan. Sementara itu, perangkat (handset) untuk pelanggan baru akan tersedia sekitar pertengahan 2016.
Baca: 5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang LTE Unlicensed