ArenaLTE.com – Menanggapi akan banyaknya informasi yang bertebaran pada saat tragedi teror bom Jakarta, Kamis pagi (14/1/2016), Kominfo tak berani berkomentar lebih jauh. Karena aksi teror bom Jakarta, tepatnya di Sarinah yang dilakukan oleh sejumlah teroris tersebut menurut Menteri Kominfo Rudiantara lebih tepat disampaikan oleh penegak hukum langsung yang bertugas di lapangan.

“Informasi yang sifatnya dari sisi waktu manageable, jadi harus diatur terdahulu. Namun, kalau sifatnya dadakan seperti ini, lebih tepatnya disampaikan langsung oleh penegak hukum. Agar bisa merespon maupun menenangkan masyarakat atau publik,” jelas Rudiantara , disela diskusi infrastruktur sharing di gedung kementerian Kominfo, di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Menurutnya, informasi yang akan disampaikan Pemerintah memiliki konsep penyampaian tersendiri, karena ada strutur atau sistem birokrasi atas segala informasi yang keluar dari Pemerintah. Dan hal ini yang membuat informasi nantinya akan menjadi lambat diterima masyarakat.

Rudiantara menambahkan, konsep informasi dalam Pemerintahan memang harus melewati banyak prosedur. Sehingga dalam konteks informasi penting dan dadakan sebaiknya langsung direspon oleh penegak hukum di lapangan. Hal tersebut untuk meredam kelambatan informasi yang didapat.

“Dalam konteks ini (teror bom Jakarta), kasus dadakan memang harus direspon oleh penegak hukum yang dilapangan. Karena jika mengikuti konsep informasi Pemerintahan, maka tentunya hal itu akan menimbulkan distorsi dan malah jadi kasihan dengan masyarakatnya,” jelas Rudiantara.

Adopsi peningkatan teknologi jaringan yang ada di Indonesia, diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sehingga penyampaian informasi yang bisa diberikan akan semakin akurat dan publik juga bisa menanggapi dengan respon yang tenang, dan tidak diancam banyak keraguan.