ArenaLTE.com – Hidup sebagai pengungsi yang terpontang panting mencari suaka tentu tidaklah enak. Itu pula yang dirasakan ribuan pengungsi Suriah yang berusaha menerobos daratan Eropa untuk mencari penghidupan layak.

Namun karena ditangani patungan oleh negara-negara kaya anggota Uni Eropa, nasib pengungsi Suriah di kamp-kamp yang ada di Yunani masih terbilang cukup baik. Tak hanya diperhatikan soal sandang, pangan dan kesehatan, hebatnya urusan komunikasi data 4G LTE untuk para pengungsi Suriah secara khusus juga diperhatikan.

Terkait hal diatas, CradlePoint, perusahaan yang bergerak di bisnis jaringan berbasis cloud, dan mitranya Disaster Tech Lab, organisasi IT sukarela dari Irlandia, sejak beberapa waktu lalu telah menyediakan layanan darurat gratis untuk 3G, 4G dan WiFi di kamp pengungsian. Dikutip dari CBRonline.com, Evert Bopp, CEO dari Disaster Tek Lab menyebutkan, bahwa akses komunikasi data justru menjadi permintaan prioritas kedua yang menjadi permintaan para pengungsi.

“Kebanyakan pengungsi tidak dapat melakukan aktivitas apa pun di dalam kamp, dan itu bisa menimbulkan stress tambahan. Belum lagi ada tuntutan dari otoritas berwenang di Yunani yang mengharuskan pengungsi mengisi aplikasi secara online, bahkan ada permitaan wawancara lewat Skype,” ujar Bopp.

Lain dari itu, ketersediaan komunikasi, khususnya data akan memastikan pengungsi dapat terus terhubung ke sanak saudara dan temannya. Bagi tim kemanusiaan ketersediaan jaringan ini juga berguna untuk misi edukasi bagi anak-anak di kamp pengungsian.

Khsusunya yang diterapkan di Yunani, teknologi yang digelar memanfaatkan jaringan 4G lewat perangkat modem. Meski implementasi lewat jaringan seluler mudah digelar, harus diakui tantangan terbesar ada pada ketersediaan sumber listrik di kamp pengungsi, mengingat kamp belum lama dibangun dan bersifat temporer. Antar kamp pengungsi di Yunani juga dihubungkan lewat sistem radiolink dari Cambium Network hingga jarak 30 mil.